
Seni botani telah lama mengiringi sejarah peradaban, merekam cara pandang manusia dalam melihat alam dan tetumbuhan. Dari ketamakan kolonialisme di masa lampau hingga eksploitasi modern atas nama pembangunan yang terburu-buru, manusia kerap lupa bahwa eksistensinya ditopang oleh keberadaan makhluk-makhluk yang bisu ini. Di ARTSUBS 2026, delapan seniman Indonesian Society of Botanical Artists (IDSBA) menghadirkan karya yang mengajak kita memperlambat langkah, belajar mengenal, dan memberi apresiasi yang selayaknya. Presentasi ini merayakan keragaman flora di Indonesia: mulai dari tumbuhan pendatang yang diterima dengan tangan terbuka seperti magnolia dan mawar; puring dan kecombrang yang menghiasi rumah serta piring kita; aneka anggrek dan Nepenthes endemik yang terancam punah; pohon Ki Somang yang menjaga tata air; keragaman Alocasia dari rimba Kalimantan; hingga seri Hoyas of Indonesia yang meraih penghargaan RHS Gold Medal dan Best Botanical Artwork di Saatchi Gallery pada musim panas 2025. Penyajian secuplik proses kerja seniman botani yang teliti, perlahan, dan penuh kehati-hatian membuka ruang diskusi bahwa seni tidak sekadar tentang keindahan. Lebih dari itu, seni hadir menjembatani ilmu pengetahuan untuk menggugah empati dan kesadaran dalam menjaga lingkungan. Dua puluh karya yang dihadirkan mencerminkan interaksi intim antara seniman dan tumbuhan, mengangkat flora dari latar terabaikan menjadi figur utama—sebuah bentuk permohonan maaf sekaligus upaya menyambung kembali keterhubungan dengan tetumbuhan sebelum keragaman ini perlahan sirna.