
2026|Tinta pada Limbah Plastik|80 x 70 cm
Mengkritik kecantikan bukan sebagai sesuatu yang alamiah, melainkan sebagai konstruksi budaya yang terus diproduksi melalui citra, mitologi, agama, sejarah seni, dan hasrat. Sosok perempuan dalam karya ini hadir sebagai ruang tempat berbagai simbol bertumpuk-hewan, bunga, tubuh klasik, dan ornamen-menunjukkan bahwa tubuh perempuan telah lama menjadi medium bagi masyarakat untuk memproyeksikan makna tentang keindahan. Topeng burung yang dikenakan figur utama menegaskan bahwa kecantikan selalu bersifat performatif: sebuah identitas yang dibangun, dikenakan, dan dipertontonkan, bukan sesuatu yang lahir secara alami. Bunga-bunga melambangkan daya tarik sekaligus kefanaan, sementara domba menghadirkan citra kepolosan dan kepatuhan yang kerap dilekatkan pada standar perempuan ideal. Melalui kolase yang mempertemukan fragmen dari berbagai zaman, Beauty Production mempertanyakan siapa yang sebenarnya memproduksi standar kecantikan, untuk kepentingan siapa, dan mengapa tubuh terus dijadikan objek representasi. Karya ini mengajak penonton melihat bahwa kecantikan bukanlahi kondisi yang tetap, melainkan hasil darı proses sosial, kultural, dan historis yang terus direproduksi
Haidar Amar saat ini menempuh studi di Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung (FSRD ITB). Praktik artistiknya berangkat dari pengamatan terhadap kehidupan sehari-hari, struktur budaya, serta hubungan manusia dengan lingkungan di sekitarnya. Melalui pendekatan yang berbasis riset dan eksplorasi material, Haidar memanfaatkan berbagai medium, seperti limbah, seni grafis, media digital, dan lukisan, untuk mengeksplorasi isu-isu ekologi, perubahan sosial, dan cara manusia memandang alam maupun dirinya sendiri. Bagi Haidar, seni bukan sekadar menghasilkan karya visual, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun pengetahuan, refleksi, dan dialog. Oleh karena itu, setiap proses penciptaannya didasarkan pada penelitian, pengembangan gagasan, serta keterlibatan dengan konteks sosial yang melingkupi karyanya. Selain berkarya di studio, ia juga aktif dalam penulisan, riset, dan berbagai kolaborasi yang mempertemukan praktik seni dengan wacana publik dan kajian lintas disiplin. Karya-karya Haidar telah dipamerkan dalam sejumlah pameran, antara lain UTOPIA dan IMPRESSION di 2Madison Jakarta (2024), ART EDU CARE #15: Feel the Same, serta ART SURA di Surakarta (2025). Pada tahun 2026, ia dipercaya sebagai Asisten Kurator Museum Tumurun untuk proyek kuratorial bersama Hendra Himawan.