
2026|Cat Air di Atas Kertas|40 x 40 cm frame: 60 x 60 cm
Before the Seed menampilkan bakal biji Magnolia gigantifolia, spesies pohon langka yang berasal dari Kalimantan dan Bangka. Berukuran hanya sekitar dua sentimeter, objek ini diperbesar beberapa kali untuk mengungkap keindahan yang biasanya luput dari perhatian. Susunan organ reproduksinya membentuk komposisi organik yang menyerupai pahatan alami, sementara warna merah keunguannya menghadirkan karakter yang tidak lazim bagi struktur tumbuhan. Karya ini mengajak penonton menyadari bahwa setiap benih, setiap hutan, bahkan setiap kehidupan, berawal dari sesuatu yang sangat kecil dan nyaris tak terlihat. Melalui pembesaran skala, yang tersembunyi menjadi nyata, dan yang dianggap biasa berubah menjadi sesuatu yang mengundang rasa ingin tahu sekaligus kekaguman.
Youfeta Devy, yang akrab disapa Youfy telah menekuni seni ilustrasi botani selama lebih dari sembilan tahun dengan cat air sebagai medium utama. Perjalanannya sebagai seniman dimulai secara otodidak, kemudian diperkaya melalui berbagai kursus seni serta keterlibatan aktif dalam Indonesian Society of Botanical Artists (IDSBA). Bagi Youfeta, botanical art bukan sekadar praktik artistik, melainkan sarana untuk membangun hubungan yang lebih mendalam dengan alam melalui perpaduan antara ketelitian observasi ilmiah dan kepekaan estetis. Karya-karyanya telah dipresentasikan dalam berbagai pameran di Indonesia maupun mancanegara, di antaranya seri Ragam Flora Indonesia (2018–2025), Flora South East Asia di Singapura (2022), Pekan Seni Botani di Kebun Raya Bogor (2023), Narawandira di Keraton Yogyakarta (2023), Botanical Odyssey (2024), Discover The Natural Treasures (2025), Semai di Museum Nasional Indonesia (2025), serta Floriculture Indonesia International Expo (2025). Pada 2019, ia juga menyelenggarakan pameran tunggal di Jakarta. Selain aktif berpameran, Youfeta dikenal sebagai ilustrator botani untuk berbagai publikasi, termasuk sejumlah artikel National Geographic Indonesia seperti Pala Hutan, Spice Edition, Puspa Ragam Cycloop, dan Puspa Ragam Tambrauw. Ia juga berkontribusi sebagai ilustrator dalam monograf The Genus Paphiopedilum karya Guido J. Braem. Prestasinya diakui melalui penghargaan Juara II International Botanical Art Online Competition (2019) serta terpilih sebagai Featured Artist oleh Artit Magazine.