
2026|Gerabah|35,5 x 15,5 x 18 cm
Berokan adalah salah satu kesenian tradisional khas Pantai Utara Jawa Barat berupa pertunjukan yang menyerupai Barongsai. Wujud makhluk dalam Berokan tidak didefinisikan secara tegas oleh masyarakat, namun bisa diidentifikasikan menyerupai harimau atau singa. Berokan sendiri dimaknai sebagai bentuk penolak bala dan dapat menyerap energi buruk. Banyak pula makna-makna filosofis yang tersebar di masyarakat mengenai Berokan ini, seperti hubungna antara jasad dan roh dalam konteks spritual atau Berokan yang berwujud seram itu justru menghibur dan mengolok-olok makhluk gaib. Sebuah upaya simbolik untuk mempertebal keimanan.
Iftikhar Ahmad Rajwie menyelesaikan pendidikan Sarjana Seni Rupa dengan peminatan Keramik di Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung (ITB), kemudian melanjutkan studi Magister Seni Rupa di institusi yang sama. Dalam praktik artistiknya, ia menjadikan keramik sebagai medium utama untuk mengeksplorasi hubungan antara material, budaya, dan pengalaman manusia. Bagi Iftikhar, keramik tidak sekadar dipahami sebagai benda fungsional, melainkan sebagai artefak budaya yang merekam sejarah, pengetahuan, dan dinamika sosial masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, ia memusatkan perhatian pada tradisi keramik Sitiwinangun di Cirebon dengan meneliti posisi, fungsi, serta transformasinya di tengah perubahan zaman. Melalui pendekatan riset dan praktik studio, ia memadukan teknik keramik tradisional dengan bahasa seni kontemporer. Karakter tanah liat, proses pembentukan, hingga jejak pembakaran diolah sebagai metafora yang merefleksikan ingatan budaya, identitas, serta kesinambungan antara masa lalu dan masa kini. Karya-karyanya telah dipresentasikan dalam berbagai pameran nasional, antara lain ARTJOG 2024, Jogja Ceramic Festival, ARTSUBS – Material Ways di Balai Pemuda Surabaya (2025), Observersi di Lawangwangi Creative Space, serta sejumlah pameran seni dan kriya di Bandung, Yogyakarta, dan Jakarta. Melalui eksplorasi materialitas keramik, Iftikhar membangun dialog antara tradisi dan praktik seni kontemporer.