
2026|Cat Minyak pada Linen|60 x 80 cm
Karya ini mengeksplorasi perjalanan kompleks dalam membangun identitas dan mengejar ambisi. Karakter bermata besar yang penuh harap namun tampak rapuh, mengenakan pakaian sirkus—kostum yang melambangkan pertunjukan, ekspektasi, dan peran yang sering dimainkan demi menyenangkan orang lain atau memenuhi norma sosial. Latar belakang abstrak menciptakan lingkungan yang tidak stabil, menuntut ketahanan dan keseimbangan konstan dari subjek. Hewan-hewan mainan disekitarnya berfungsi sebagai pengingat akan disiplin dan tantangan yang tak terhindarkan dalam setiap pencapaian. Mereka adalah manifestasi visual dari kegigihan; meskipun tampak sebagai mainan yang kaku, mereka terus melakukan peran mereka. Elemen-elemen ini menjadi metafora bagi rintangan dan 'pertunjukan' yang harus dihadapi seseorang untuk menggapai mimpi. Karya ini menarasikan bahwa dalam hidup, kita sering kali harus menegosiasikan identitas diri kita dengan identitas 'panggung' yang kita tampilkan. kegigihan bukan hanya diukur dari keberhasilan mencapai garis akhir, melainkan dari keberanian untuk mempertahankan jati diri di tengah riuh tekanan untuk selalu tampil sempurna.
Ufa Faizah menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Brawijya, kemudian meraih Magister Hukum di Universitas Airlangga. Selama beberapa tahun terakhir, Ufa secara intensif mengembangkan praktik seni lukis cat minyak dengan pendekatan direct painting (alla prima), sebuah metode yang memungkinkannya menghadirkan sapuan spontan sekaligus mempertahankan intensitas ekspresi pada setiap karya. Bahasa visualnya berpusat pada figur boneka yang ditransformasikan dari sekadar objek permainan menjadi metafora yang merepresentasikan emosi, ingatan, dan pengalaman batin manusia. Melalui penataan latar, properti, serta pencahayaan yang dirancang secara cermat, ia membangun ruang-ruang imajinatif yang mengaburkan batas antara realitas dan fantasi.Sejak aktif berpameran pada 2018, Ufa terus memperluas praktik artistiknya melalui berbagai pameran tunggal dan kelompok. Ia menggelar pameran tunggal Lost in Wonderland di Indieart House Yogyakarta (2021), yang kemudian diikuti oleh Mlaku-Mlaku nang Alun-Alun Suroboyo di Balai Pemuda Surabaya (2023), The Icon di Jakarta (2023), Jogja Affordable Art di Yogyakarta (2023), The Beginning di ArtLab Lounge Surabaya (2024). Selain itu, karya-karyanya juga dipresentasikan dalam pameran bersama, antara lain Perupa Muda #6: You Nom It di Yogyakarta (2024), The Grandeur of Classicism Reimmaginari Renaissance di Bandung, SENS OF SELF di Jakarta (2025), dan The Subconscious Room Yogyakarta (2025).