
2026|Gerabah|17 pieces Tinggi: 22 - 28,5 cm Diameter: 5 - 6 cm
Karya ini menampilkan 17 figur Buroq dengan gestur diam namun beranjak menuju langit lewat distorsi bentuk. 17 figur ini merepresentasikan jumlah rakaat shalat dalam agama Islam, dikonfigurasikan sesuai jumlah rakaat per shalatnya yaitu 2-4-4-3-4. Peristiwa Isra Miraj dan keberadaan Buroq ada peristiwa tersebut memberi ruang kontemplasi ketika tubuh diam, kesadaran justru bergerak. Ruang tidak lagi hanya berupa tempat, dan waktu tidak lagi berjalan secara linear. kesadaran seolah memasuki lapisan lain, sebuah antar dimensi; tempat, jarak, waktu dan materi menjadi energi. Meditasi menjadi sebuah lintasan antara ruang dan waktu, antara sesuatu yang terlihat dan sesuatu yang berada di luar jangkauan persepsi. Ruang di antara kesadaran Ruang di antara kesadaran Ruang di antara kesadaran ketika tubuh diam, kesadaran justru bergerak.
Iftikhar Ahmad Rajwie menyelesaikan pendidikan Sarjana Seni Rupa dengan peminatan Keramik di Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung (ITB), kemudian melanjutkan studi Magister Seni Rupa di institusi yang sama. Dalam praktik artistiknya, ia menjadikan keramik sebagai medium utama untuk mengeksplorasi hubungan antara material, budaya, dan pengalaman manusia. Bagi Iftikhar, keramik tidak sekadar dipahami sebagai benda fungsional, melainkan sebagai artefak budaya yang merekam sejarah, pengetahuan, dan dinamika sosial masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, ia memusatkan perhatian pada tradisi keramik Sitiwinangun di Cirebon dengan meneliti posisi, fungsi, serta transformasinya di tengah perubahan zaman. Melalui pendekatan riset dan praktik studio, ia memadukan teknik keramik tradisional dengan bahasa seni kontemporer. Karakter tanah liat, proses pembentukan, hingga jejak pembakaran diolah sebagai metafora yang merefleksikan ingatan budaya, identitas, serta kesinambungan antara masa lalu dan masa kini. Karya-karyanya telah dipresentasikan dalam berbagai pameran nasional, antara lain ARTJOG 2024, Jogja Ceramic Festival, ARTSUBS – Material Ways di Balai Pemuda Surabaya (2025), Observersi di Lawangwangi Creative Space, serta sejumlah pameran seni dan kriya di Bandung, Yogyakarta, dan Jakarta. Melalui eksplorasi materialitas keramik, Iftikhar membangun dialog antara tradisi dan praktik seni kontemporer.