
2026|Akrilik di atas kanvas|40 x 25 cm
Berangkat dari ketertarikan saya pada ruang-ruang ambang--tempat seseorang hadir tanpa sepenuhnya berada, dan pergi tanpa benar-benar meninggalkan. Terinspirasi dair Alice in Wonderland, saya tidak menghadirkan Alice sebagai figur, melainkan sebagai kondisi batin: sosok yang melintasi dunia khayalan dan kembali dengan kesadaran yang bergeser. Hutan dan taman dalam karya-karya ini hadir sebagai ruang transisi, wilayah di antara sadar dan mimpi, antara yang personal dan yang tak terucap. Tumbuhan, cahaya, dan keheningan saya gunakan sebagai bahasa untuk menghadirkan pengalaman berjalan tanpa tujuan pasti--mengembaram tersesat, dan membiarkan diri berada di antara. Taman ini bukan tempat yang ingin dijelaskan, melainkan dirasakan. Sebuah ruang yang mungkin pernah kita masuki, lalau terlupakan--namun tetap meninggalkan jejak. Seperti Alice, penonton diajak melintasi ambang itu, dan menemukan taman khayalan mereka sendiri.
Gabriel Eva mempunyai latar belakang di bidang fashion. Sebelum menekuni praktik seni rupa, ia berkarier sebagai desainer kostum dan mengembangkan pakaian anak, sebuah pengalaman yang membentuk kepekaannya terhadap bentuk, warna, tekstur, dan komposisi visual. Sejak 2020, Gabriel secara otodidak mendalami seni lukis dengan menjadikan alam sebagai sumber inspirasi utama. Kecintaannya pada aktivitas hiking dan pengamatan terhadap lingkungan membawanya pada eksplorasi berbagai elemen alam, seperti tumbuhan, bunga, pepohonan, rerumputan, dan lanskap. Pengalaman berinteraksi langsung dengan alam menjadi landasan bagi pencarian visual dan refleksi personal yang hadir dalam karya-karyanya. Bekerja terutama dengan medium akrilik, Gabriel Eva mengembangkan pendekatan impresionistik yang menekankan suasana, kesan, dan pengalaman emosional. Dalam praktik artistiknya, vegetasi, warna, serta siluet tidak sekadar menjadi objek representasi, melainkan berfungsi sebagai bahasa visual untuk menyampaikan emosi, memori, dan kontemplasi diri. Melalui sapuan warna, ia mengajak penikmat seni untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan alam sekaligus dengan ruang batin mereka sendiri. Pamerannya antara lain: Genealogy, Jakarta (2026), Access Art Platform di Kuala Lumpur (2026), Art Jakarta Gardens (2026).