
2023|Akrilik di Atas Kanvas|Ø 130 cm
Dorable Love menggambarkan cinta sebagai sesuatu yang sederhana, tulus, dan menggemaskan. Terinspirasi dari cara seorang anak mencintai orang tuanya penuh kepolosan, perhatian kecil, dan tingkah laku lucu yang sering kali menjadi ungkapan kasih sayang. Berbeda dengan cinta orang dewasa yang cenderung rumit, cinta seorang anak hadir apa adanya, tanpa syarat dan tanpa dibuat-buat. Melalui karakter-karakter yang lembut dan dunia penuh warna, karya ini mengajak kita mengingat kembali bahwa bentuk cinta yang paling murni sering \kali lahir dari hati yang polos.
I Putu Adi Suanjaya atau lebih dikenal dengan nama Kencut lulus dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Kencut mengembangkan praktik artistik yang memadukan inspirasi dari seni tradisional Bali dengan pendekatan seni kontemporer. Tokoh boneka menjadi elemen utama dalam karya-karyanya. Melalui figure itu, ia menghadirkan refleksi mengenai emosi, pergulatan, harapan, dan kebahagiaan manusia dalam berbagai situasi kehidupan. Penggunaan latar datar serta pilihan warna-warna berani menciptakan kesan ilustratif sekaligus mengajak penonton membayangkan diri mereka sebagai bagian dari narasi yang dihadirkan. Karya-karya Kencut telah dipresentasikan dalam berbagai pameran tunggal, antara lain It Isn’t a Whole di Artotel Sanur, Bali (2019), Kaum Mata Kancing di Kopi Kalyan, Jakarta (2019), Repeat di Artotel Gajah Mada, Semarang (2020), serta I Trip Therefore I Am di Thinkspace, Los Angeles (2025). Ia juga aktif mengikuti pameran bersama di berbagai kota dan negara, termasuk Conversation with Basquiat di Kuala Lumpur (2020), Indonesia: Kamu Sudah Makan? di Gwangju, Korea Selatan (2020), Elpis: An Envisage of Hope di Yogyakarta (2021), ArtMoments Jakarta (2021), serta FREAKS di GR Gallery, New York, dan I'll Stand by You di Ready Space YOD, Jepang (2025).