
2026|Akrilik di Atas Kanvas|115 x 165 cm
Karya ini mengontraskan antara kebisingan kolektif (noise/chaos) dan kesadaran individu (focus/presence). Latar belakang berisikan tumpukan doodle entitas/karakter mikroskopis berwarna-warni (hijau neon, ungu, biru, hitam) yang saling berhimpitan—merepresentasikan riuhnya pikiran, interaksi sosial modern, memori yang bertumpuk, atau entitas-entitas gaib/urban yang tak kasat mata namun mengepung ruang hidup kita. Di tengah gambar tersebut, muncul fokus utama: sosok siluet hitam dengan wajah keris/senjata berambut/berpita dengan struktur payung dan mahkota sinyal putih di atasnya. “ Ketika dunia di sekitar kita menjelma menjadi tumpukan narasi, wujud, dan suara yang saling berebut perhatian, di manakah tempat untuk berteduh?" Karya ini merekam momen penarikan diri (retreat). Karakter pusat hadir sebagai entitas pelindung—menggunakan 'payung' hitam untuk menyaring riuhnya doodle-doodle visual di sekitarnya. Garis-garis putih di bagian atas bertindak bagaikan antena spiritual yang memancar keluar: sebuah penanda bahwa meskipun tubuh fisik mengisolasi diri dari kebisingan (noise), pikiran dan intuisi tetap terkoneksi dengan frekuensi yang lebih murni.
Perjalanan artistik Novantri Sumahadi Putra berkembang melalui Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Minat, Universitas Negeri Malang, saat menempuh studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Meski tidak berasal dari pendidikan formal seni rupa, lingkungan kreatif tersebut menjadi titik balik yang mengantarkannya menekuni seni lukis secara serius. Bersama rekan-rekannya, ia turut mendirikan kelompok seni Kentjing Andjing, komunitas yang hingga kini aktif membangun kolaborasi dan jaringan seni lintas kota. Di samping berkarya sebagai seniman, ia juga mengabdikan diri sebagai guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Praktik artistik Novantri berangkat dari eksplorasi karakter, simbol, dan narasi visual yang memadukan imajinasi dengan pengalaman keseharian. Dalam beberapa tahun terakhir, ia memperluas medium berkaryanya ke ranah art toys, menggabungkan sensibilitas seni lukis dengan bentuk tiga dimensi sebagai bagian dari eksplorasi seni kontemporer. Sejak 2005, Novantri aktif mengikuti berbagai pameran di Indonesia dan mancanegara, termasuk Festival Seni Surabaya, Biennale Jawa Timur, Art Fair Kuala Lumpur, dan Indonesia UFO Festival. Pada 2025, ia berpartisipasi dalam beberapa art exhibition di Malang antara lain Band of Toys, Menggelitik, Indonesia Core, dan di Mini Art Malang: String of Dreams. KAIT, Malang (2025), TITIK TIGA, Malang (2025), MOM3NT Art Exhibition, Malang (2022), Menggelitik,, Sejangkauan Tangan #2, Jogja, (2022).