Memuat karya...
Java corruptela — foto 1
Klik untuk ukuran asli

Java corruptela

2026|Multiliner Gray Ink pada Kertas Acid Free 640 gsm|30 x 40 cm

Karya ini menampilkan burung Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) dalam keadaan hidup. sedang mencapit empat bulu yang dicerabut paksa dari empat burung lain yaitu Kasuari Gelamblr Ganda. Kakatua putih, Julang Sumba serta Kuau Raja. Karya ini adalah sebuah alegori visual, dari tajuk "Intra Violata" atau "Violated Within" Serta sub-tajuk "Java Corruptela- atau "The Corrupted Java". tentang kekuasaan negara yang melakukan kekerasan ekologis di berbagai daerah di Indonesia, demi keuntungan ekonomi yang tidak seberapa, bila dibandingkan dengan kerusakan alam serta penderitaan makhluk-makhluk yang hidup di daerah tersebut.

Emeraldi Kumastyo Paramaeswara (Eme) adalah lulusan dari jurusan Desain Produk Institut Teknologi Bandung (ITB) dan memulai kiprahnya pada 2012 sebagai desainer produk dan objek dengan fokus pada kolaborasi bersama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di bidang kerajinan. Sejak 2014, ia memperluas eksplorasinya ke seni hortikultura dengan menghadirkan tanaman sebagai mitra kreatif dalam instalasi hidup (living installation). Melalui pendekatan tersebut, Eme mempertanyakan gagasan konvensional mengenai budidaya sekaligus mengkritisi warisan kolonial yang masih memengaruhi praktik hortikultura, botani, dan sejarah alam. Pada 2023, ia mengembangkan praktiknya ke seni botani dan zoologi, memadukan ketertarikannya pada dunia hayati dengan seni rupa kontemporer. Menggunakan teknik stippling yang rinci serta narasi yang reflektif dan provokatif, karya-karyanya menjadi bentuk perlawanan visual terhadap ketidakadilan budaya dan ekologis. Praktiknya membangun dialog antara desain, ilmu pengetahuan, ekologi, dan seni. Karyanya telah dipamerkan di Indonesia maupun mancanegara, antara lain di Royal Botanic Garden Sydney, Society of Botanical Artists London, Taiwan Association of Botanical Artists, NuArt Sculpture Park, dan Goethe-Institut Bandung. Pada 2024 ia menggelar pameran tunggal Modi creandi di Bandung. Emerald menerima Gold Award Indonesia Good Design Selection (2010), Merit Award dari Taiwan Association of Botanical Artists (2024), serta terpilih dalam Finna Art of the Year (2025).