
2026|Tinta pada Limbah Plastik|80 x 70 cm
Lawless mempertanyakan batas tipis antara peradaban dan naluri. Melalui percampuran figur manusia, hewan, tumbuhan, dan fragmen lukisan klasik, karya ini menghadirkan dunia tanpa hierarki, di mana hukum, moral, dan identitas kehilangan otoritasnya. Wajah-wajah bertransformasi menjadi hewan, sementara tubuh manusia larut ke dalam lanskap organik, menandai runtuhnya batas antara budaya dan alam. Judul Lawless tidak merujuk pada ketiadaan aturan semata, tetapi pada kondisi ketika hukum dibentuk oleh hasrat, kuasa, dan insting yang saling berebut dominasi. Dalam ruang yang kacau ini, kehidupan tidak lagi ditentukan oleh tatanan yang mapan, melainkan oleh negosiasi terus-menerus antara kekuasaan, kekerasan, dan keberlangsungan hidup. Karya ini mengajak penonton mempertanyakan kembali: apakah hukum benar-benar menjaga peradaban, atau hanya menjadi topeng yang menutupi naluri paling purba dalam diri manusia? Di balik wajah yang beradab, mungkin kita tidak pernah benar-benar lepas dari dunia yang lawless.
Haidar Amar saat ini menempuh studi di Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung (FSRD ITB). Praktik artistiknya berangkat dari pengamatan terhadap kehidupan sehari-hari, struktur budaya, serta hubungan manusia dengan lingkungan di sekitarnya. Melalui pendekatan yang berbasis riset dan eksplorasi material, Haidar memanfaatkan berbagai medium, seperti limbah, seni grafis, media digital, dan lukisan, untuk mengeksplorasi isu-isu ekologi, perubahan sosial, dan cara manusia memandang alam maupun dirinya sendiri. Bagi Haidar, seni bukan sekadar menghasilkan karya visual, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun pengetahuan, refleksi, dan dialog. Oleh karena itu, setiap proses penciptaannya didasarkan pada penelitian, pengembangan gagasan, serta keterlibatan dengan konteks sosial yang melingkupi karyanya. Selain berkarya di studio, ia juga aktif dalam penulisan, riset, dan berbagai kolaborasi yang mempertemukan praktik seni dengan wacana publik dan kajian lintas disiplin. Karya-karya Haidar telah dipamerkan dalam sejumlah pameran, antara lain UTOPIA dan IMPRESSION di 2Madison Jakarta (2024), ART EDU CARE #15: Feel the Same, serta ART SURA di Surakarta (2025). Pada tahun 2026, ia dipercaya sebagai Asisten Kurator Museum Tumurun untuk proyek kuratorial bersama Hendra Himawan.