
2025|Pensil Warna pada Kertas|36 x 48 cm
Paphiopedilum moquetteanum atau glaucophyllum var. Moquetteanum, merupakan anggrek endemik pulau Jawa yang tidak hanya rupawan bunganya tetapi juga daun dan rupa secara keseluruhan. Terlebih ketika pengalaman mengamati itu lahir dari pengamatan langsung, menyaksikan dari dekat dengan lekat ciptaanNya. Paphiopedilum moquetteanum tumbuh di hamparan hijau dataran rendah beriklim tropis. Daunnya lebar dan tebal berwarna hijau kebiruan berbintik-bintik samar dan sedikit bergelombang di tepiannya. Dingin warna daun menciptakan kesatuan yang selaras dengan bibir (labellum) berwarna merah muda berbintik-bintik keunguan yang hangat. kelopak lateral berbercak kemerahan kemerahan meliuk dengan anggun. Ia mekar tanpa menanti musim, kelopaknya membentang terbuka bagi siapa saja sepanjang tahun. Semakin bola mata dan hati dekat dengan tiap-tiap warna dan detail moquetteanum, timbul kesadaran yang halus menghampiri bahwa yang selama ini terlewatkan manusia begitu menakjubkan dan manusia terlampau kecil, begitu kecil untuk merasa besar.
Diandra R. Amelia, yang lebih akrab disapa Dira, asal Bandung, telah menekuni seni sejak usia dini. Melalui eksplorasi berbagai medium dan teknik, ia menemukan minatnya pada seni botani, khususnya melalui penggunaan pensil warna dan grafit. Kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia menjadi sumber inspirasi utama dalam praktik artistiknya, dengan anggrek sebagai salah satu subjek yang paling sering hadir dalam karya-karyanya. Praktik seni Dira berangkat dari ketertarikan pada hubungan antara manusia, alam, dan sains. Melalui pendekatan yang memadukan sensitivitas artistik dan ketelitian ilmiah, ia mengamati serta merekam karakter tumbuhan dengan perhatian tinggi terhadap detail, struktur, dan akurasi visual. Karya-karyanya tidak hanya menghadirkan keindahan flora Indonesia, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap pengetahuan botani dan pentingnya pelestarian alam. Komitmennya terhadap seni botani tercermin melalui keterlibatan aktifnya dalam Indonesian Society of Botanical Artists (IDSBA), sebuah komunitas yang mewadahi perkembangan seni botani di Indonesia. Selain berkarya sebagai seniman botani, Dira juga mengeksplorasi medium keramik dan lukisan cat minyak sebagai bagian dari praktik kreatifnya yang lebih luas. Karya-karyanya telah ditampilkan dalam sejumlah pameran, antara lain The Silent Earth di Titik Temu Space, Bandung (2017), Pengembara Molek di Taman Menteng, Jakarta (2022), serta Floriculture Indonesia International Expo di ICE BSD (2025). Selain aktif berpameran, Dira juga berkontribusi sebagai ilustrator ilmiah untuk The Genus Paphiopedilum karya Guido J. Braem (2020) dan Bee Forage Book terbitan Madhu Duniya (2026).