
2026|Akrilik, kain, figurine plastik di atas kanvas|150 x 120 cm
Dilihat dari sudut pandang aerial, karya ini menampilkan figur-figur manusia yang tersebar di atas hamparan pantai dalam nuansa warna hangat menyerupai cahaya matahari senja—peach, beige, dan oranye. Permukaan lukisan dibangun menggunakan cat bertekstur tebal dan teknik menyerupai pointillism, menciptakan kesan visual yang sekaligus luas dan intim. Dalam bentang ruang tersebut, tubuh-tubuh hadir dalam jarak yang beragam: ada yang sendiri, berpasangan, maupun berada dalam kelompok kecil dan besar, membentuk pola-pola koeksistensi yang halus di sepanjang pantai. Pantai dalam karya ini diposisikan sebagai metafora kehidupan itu sendiri: ruang terbuka tempat berbagai individu berada dalam lingkungan yang sama, namun tetap membawa wilayah emosional, ritme, dan cara hidup yang berbeda-beda. Handuk, benda-benda pribadi, dan pengaturan posisi tubuh menjadi perpanjangan identitas yang merepresentasikan keberagaman karakter manusia dan kehidupan yang mereka jalani. Jarak antar figur menghadirkan batas-batas tak kasatmata yang tetap hadir bahkan di tengah kedekatan. Dua figur yang berbagi satu handuk mengisyaratkan keintiman dan ruang bersama, sementara dua figur yang berdekatan namun berada di handuk masing-masing mempertahankan individualitas meski berada dalam jarak yang dekat. Melalui susunan tersebut, karya ini merefleksikan bagaimana jarak tetap dapat menghasilkan keterhubungan, serta bagaimana manusia dapat hidup berdampingan sambil tetap menyimpan dunia batin yang terpisah satu sama lain. Ruang publik dalam karya ini tidak dipandang sebagai ruang kolektif yang sepenuhnya menyatu, melainkan sebagai kumpulan wilayah personal yang saling beririsan secara sementara. Saat mengamati karya ini, penonton diajak untuk menelusuri hubungan-hubungan kecil yang tersebar di dalam komposisi. Permukaan bertekstur dan figur-figur yang terfragmentasi mengarahkan pandangan untuk bergerak perlahan di antara momen kedekatan dan keterpisahan. Alih-alih menghadirkan interaksi dramatis, karya ini berfokus pada bentuk-bentuk kehadiran yang tenang dan subtil, sekaligus memperlihatkan keseimbangan rapuh antara individualitas dan kebersamaan dalam ruang sosial bersama.
Beauty Clarabelle mempunyai latar belakang pendidikan Desain Interior dan Arsitektur. Praktik artistiknya mengeksplorasi hubungan antara komposisi ruang, materialitas, dan kehadiran manusia melalui ekspresi melukis yang bersifat taktil. Menggunakan teknik impasto tebal yang mengingatkan pada dekorasi kue (cake piping), ia menciptakan permukaan yang kaya tekstur dan menonjolkan kedalaman, kualitas sentuhan, serta ekspresi visual, sehingga cat tidak hanya berfungsi sebagai medium, tetapi juga menjadi lingkungan visual yang imersif. Karya-karyanya menghadirkan figur manusia mini yang ditempatkan dalam lanskap imajiner maupun setting arsitektural, mulai dari pantai, persawahan, pegunungan, dan lingkungan tropis hingga bangunan perkotaan serta ruang-ruang hasil konstruksi manusia. Melalui berbagai lanskap tersebut, Beauty mengeksplorasi tema-tema peradaban, ketangguhan, ketekunan, keberanian, pencapaian kesuksesan, serta perjalanan kehidupan. Dipengaruhi oleh perspektif arsitektur dan nuansa emosional, lukisan-lukisannya mengundang penonton memasuki ruang kontemplatif yang mengaburkan batas antara realitas dan imajinasi. Karya-karyanya menelaah hubungan antara pengalaman manusia dan lingkungan yang membentuk transformasi emosional maupun personal. Beauty menerima penghargaan The Selected Works Award dalam The 2nd Competition F Award yang diselenggarakan oleh Furukawa Art Museum dan berkesempatan memamerkan karyanya di Jepang. Pada tahun 2020, ia memenangkan sebuah pameran hasil open call di Inggris. Karyanya juga pernah dimuat dalam sebuah publikasi yang berbasis di San Francisco. Terbaru, ia terpilih sebagai salah satu seniman dalam J+ Art Awards 2025 x ARTOTEL.