
2026|Kayu|76 x 25 cm
Inspired by an award to honor some of the most consequential people in the world. The nobel prize is an important symbol given to honor those notable people from diverse types of knowledge and disciplines as a reminder that good deeds in this world should always be appreciated.
Ronald Apriyan menempuh pendidikan di Sarjana Wiyata Taman Siswa Yogyakarta dan ISI Yogyakarta. Sejak memutuskan menjadi seniman profesional pada 2006, Ronald mengembangkan bahasa visual yang memadukan spontanitas gambar anak-anak, budaya populer, dan refleksi terhadap kehidupan masyarakat urban. Baginya, kepolosan anak bukan sekadar tema, melainkan cara memandang dunia yang lebih jujur, imajinatif, dan bebas dari prasangka. Karya-karyanya ditandai oleh warna-warna cerah, figur-figur ikonis, serta narasi yang memadukan realitas dengan fantasi. Di balik tampilannya yang riang, lukisan Ronald menghadirkan kritik halus mengenai sifat manusia, perubahan sosial, dan kerinduan terhadap masa kanak-kanak. Sejak 2019, Ronald bekerja sama dengan White Space Art Asia (Singapura), yang memperluas kehadirannya di panggung seni internasional. Ia berpameran tunggal di Art Central Hong Kong (2022), Art Taipei melalui pameran Anti Hero (2023), serta Context Art Miami (2023). Karyanya juga dipresentasikan dalam berbagai ajang internasional, antara lain Art Miami, Art Context Miami, Art Jakarta, dan pameran Indonesia Tanah Airku, Tanah Tumpah Darahku di Zen1 Gallery, Jakarta. Ronald terlibat dalam proyek kolaborasi, lokakarya seni, serta pernah menjadi finalis UOB Painting of the Year (2015). Melalui prinsip one and only, setiap subjek dalam lukisannya hanya diciptakan satu kali, menegaskan keunikan setiap karya sekaligus menjadikannya catatan personal tentang ingatan, kegembiraan, dan pengalaman hidup manusia.