Memuat karya...
Petilasan — foto 1
Klik untuk ukuran asli

Petilasan

2026|Media Campuran di Atas Kanvas|450 x 150 cm

PETILASAN Pada karya ini saya menceritakan tentang suatu puncak peradaban yang dicapai manusia pada masanya dan selalu meninggalkan jejak/situs kadang bisa diungkap setinggi apa capaian peradaban itu pada hari ini namun banyak juga yang meninggalkan sebuah misteri dan mustahil bisa dicapai oleh kemajuan peradaban kita sekarang.

Hendung Tunggal Jati adalah lulusan Program Pendidikan Seni Rupa IKIP Malang. Ia mengabdikan dirinya sebagai guru Seni Budaya di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari 1983 hingga memasuki masa purnatugas pada 2020. Selain menjalani praktik seni secara individual, ia aktif membangun ekosistem seni melalui berbagai kolektif dan inisiatif. Ia menjadi salah satu penggagas kelompok Gerak pada 1992 dan Pintu Samping pada 1995. Pada 2017–2019, Hendung mengikuti program inkubasi seniman di 299@ArtLab, yang memperluas eksplorasi artistiknya melalui eksperimen, dialog, dan praktik seni kontemporer. Saat ini, ia terus mengembangkan praktik keseniannya bersama komunitas Hamur Artspace di Malang. Pameran tunggalnya adalah Mengaca Diri di Malang (2017), sedangkan pameran bersama yang dilakukan, antara lain Artnomali, Malang, Kenduri Rupa, Batu (2025). Praktik artistik Hendung berpusat pada eksplorasi abstraksi melalui garis sebagai medium utama untuk merekam pengalaman batin. Baginya, garis bukan sekadar unsur formal pembentuk komposisi, melainkan bahasa intuisi yang paling jujur—jejak spontan yang lahir dari dialog antara pikiran, perasaan, dan tubuh. Setiap tarikan, lengkungan, dan tekanan garis menghadirkan ritme emosional yang merekam keraguan, dorongan, jeda, serta keberanian untuk terus melangkah. Karya-karyanya berkembang tanpa sketsa yang telah ditentukan sebelumnya, membiarkan proses kreatif berlangsung secara intuitif sehingga ketidakteraturan perlahan menemukan strukturnya sendiri, sementara ketidaksempurnaan menjadi bagian penting dari makna. Melalui pertemuan dan persilangan antargaris, Hendung tidak berupaya merepresentasikan objek atau narasi tertentu, melainkan mengajak penonton mengalami ruang visual yang terbuka, tempat emosi, gerak, dan intuisi berpadu menjadi pengalaman estetis yang utuh.