
2025|Cat air pada kertas|painting: 38 x 56 cm frame: 50 x 70 cm
Karya ini menyoroti konsep anomali dan batas ekonomi alam. Selama lebih dari seabad, spesies endemik Kalimantan ini diisolasi dalam genus berspesies tunggal (Anatropanthus borneensis) karena bunganya yang bertabung menyerupai cumi-cumi -- menyimpang dari pakem bentuk bintang Hoya pada umumnya -- sebelum akhirnya disatukan melalui kajian molekuler tahun 2020. Menanamnya sejak 2021 memunginkan saya mengamati proses tumbuhnya dan mendokumentasikan keunikan daun yang menyerupai stik panjang yang akan memerah jika terpapar matahari. Di balik bentuknya yang janggal, karya ini menyimpan urgensi ekologis. Ketika rumah aslinya di hutan Kalimantan kian tergusur oleh alih fungsi lahan dan pembangunan, lukisan dalam seri Hoyas of Indonesia peraih Gold Medal RHS di Saachi Gallery (2025) ini hadir sebagai pengingat tentang keanekaragaman hayati yang terancam dan pengetahuan yang terlanjur hilang sebelum sempat kita kenali.
Eunike Nugroho adalah seniman botani, sekaligus pendiri Indonesian Society of Botanical Artists (IDSBA). Lulusan Desain Komunikasi Visual Universitas Sebelas Maret, Surakarta, ia memadukan kecintaannya pada alam dan seni melalui karya-karya botani yang menggabungkan ketelitian ilmiah dengan kepekaan artistik. Sejak 2012 ia berkarya sebagai seniman botani dan tutor, setelah sebelumnya berkarier sebagai desainer grafis dan senior art director di sejumlah agensi periklanan di Jakarta. Karya Eunike telah memperoleh pengakuan internasional melalui berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya Royal Horticultural Society (RHS) Gold Medal dan Best Botanical Artwork Award (2023, 2025), TABA Gold Medal (2022, 2024), ASBA Dr. Dick Rauh Award (2024), SBA Botanical Merit (2021), serta Champion pada Shiu-Ying Hu Botanical Art Competition di Hong Kong (2026). Ia juga terpilih sebagai International Arts Leader oleh Australia Council for the Arts (2022–2023). Karya-karyanya menjadi bagian dari koleksi berbagai institusi terkemuka, seperti Hunt Institute for Botanical Documentation (Amerika Serikat), Royal Botanic Garden Sydney, Royal Botanic Garden Edinburgh, RHS Lindley Library (Inggris), Shirley Sherwood Collection, dan State Botanical Collection of Victoria (Australia). Selain berpameran di Amerika Serikat, Inggris, Australia, Jepang, Taiwan, Hong Kong, Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Indonesia, ilustrasinya juga diterbitkan oleh berbagai penerbit internasional. Melalui penggambaran tumbuhan yang rinci dan puitis, Eunike mengajak publik untuk menghargai keanekaragaman hayati serta membangun kesadaran akan pentingnya menjaga bumi sebagai sumber kehidupan.