
2025|Cat air pada kertas|painting: 38 x 56 cm frame: 50 x 70 cm
Melukis spesies ini adalah sebuah pertaruhan. Dia jenis yang paling umum, paling sederhana, dan kerap dianggap tidak menarik karena daunnya yang tipis dan tak bisa memerah. Terlebih, puluhan bunga per tangkai berwarna putih dengan tepi kuning yang bergerombol menjadi tantangan teknis yang berat untuk medium cat air. Meski awalnya dipilih agak terpaksa demi keterwakilan pulau Jawa, kesederhanaannya justru memberi saya ruang belajar yang berharga. Sifatnya yang rajin berbunga sepanjang tahun memberi saya dorongan untuk mengolah komposisi dari habitusnya yang polos dan tumbuh tegak seperti semak—berbeda dari mayoritas kerabatnya yang merambat memeluk inang. Didokumentasikan pertama kali oleh botaniwan C.L. Blume pada tahun 1823, ilustrasinya sempat saya jumpai dalam arsip lawas di Eropa. Hal ini mengingatkan saya bagaimana sebuah memori botani kolonial dua abad lalu kini melintas batas geografis, didokumentasikan kembali oleh anak bangsanya sendiri, hingga berhasil dipamerkan di Saatchi Gallery serta menggaet Gold Medal RHS.
Eunike Nugroho adalah seniman botani, sekaligus pendiri Indonesian Society of Botanical Artists (IDSBA). Lulusan Desain Komunikasi Visual Universitas Sebelas Maret, Surakarta, ia memadukan kecintaannya pada alam dan seni melalui karya-karya botani yang menggabungkan ketelitian ilmiah dengan kepekaan artistik. Sejak 2012 ia berkarya sebagai seniman botani dan tutor, setelah sebelumnya berkarier sebagai desainer grafis dan senior art director di sejumlah agensi periklanan di Jakarta. Karya Eunike telah memperoleh pengakuan internasional melalui berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya Royal Horticultural Society (RHS) Gold Medal dan Best Botanical Artwork Award (2023, 2025), TABA Gold Medal (2022, 2024), ASBA Dr. Dick Rauh Award (2024), SBA Botanical Merit (2021), serta Champion pada Shiu-Ying Hu Botanical Art Competition di Hong Kong (2026). Ia juga terpilih sebagai International Arts Leader oleh Australia Council for the Arts (2022–2023). Karya-karyanya menjadi bagian dari koleksi berbagai institusi terkemuka, seperti Hunt Institute for Botanical Documentation (Amerika Serikat), Royal Botanic Garden Sydney, Royal Botanic Garden Edinburgh, RHS Lindley Library (Inggris), Shirley Sherwood Collection, dan State Botanical Collection of Victoria (Australia). Selain berpameran di Amerika Serikat, Inggris, Australia, Jepang, Taiwan, Hong Kong, Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Indonesia, ilustrasinya juga diterbitkan oleh berbagai penerbit internasional. Melalui penggambaran tumbuhan yang rinci dan puitis, Eunike mengajak publik untuk menghargai keanekaragaman hayati serta membangun kesadaran akan pentingnya menjaga bumi sebagai sumber kehidupan.