
2026|Multipleks dan Akrilik di Atas Kanvas|236,5 x 100 cm
Karya ini menggambarkan penderitaan dan krisis ekologi yang terus melanda Indonesia, mulai dari maraknya kebakaran hutan hingga bencana banjir yang merenggut tatanan lingkungan. Visualisasi roda rantai ekskavator yang mendominasi bidang karya berdiri sebagai simbol keangkuhan serta keserakahan kekuasaan oligarki yang tanpa henti melindas alam demi eksploitasi. Di tengah jeratan besi dingin roda rantai tersebut, sepasang tangan orangutan tampak terpasung rapat. Pemasungan ini menegaskan ketidakberdayaan para penghuni hutan yang hak hidup dan habitatnya dirampas secara paksa, menjadikan mereka korban tak bersuara dalam pusaran industri ekstraktif. Namun, di salah satu jemarinya yang terikat, terselip segenggam bunga rumput yang sederhana. Bunga ini menjadi simbol ketulusan dan persembahan rasa cinta terakhir kepada sesama penghuni bumi di tengah benteng kekerasan mekanis. Melalui kontras tajam antara kerasnya rantai ekskavator dan kelembutan bunga rumput, THE PART OF TRAGEDY memperlihatkan sebuah ironi yang memilukan: ketika keangkuhan kekuasaan menghancurkan ruang hidup, alam dan para penghuninya justru tetap menawarkan cinta, meski dalam keadaan terikat dan tak berdaya.