
2026|Akrilik di Atas Kanvas|200 x 200 cm
Di balik setiap sosok yang selalu terlihat kuat, ada seseorang yang juga membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri. Popeye dikenal sebagai pelaut yang tangguh, sosok heroik yang selalu hadir untuk melindungi Olive dari gangguan Brutus. Ia terbiasa menghadapi masalah, melawan ancaman, dan menjadi sosok yang diandalkan. Namun, bagaimana jika kita melihat Popeye di luar perannya sebagai pahlawan? Bagaimana jika, setelah menghadapi berbagai persoalan, ia memilih duduk, merokok, dan menikmati waktu tanpa harus melakukan apa-apa? Dari pertanyaan itulah Veteran Punk memperoleh maknanya. Popeye dalam karya ini bukan sedang berjuang atau bersiap menghadapi lawan. Ia sedang beristirahat. Gestur tubuhnya yang santai dan aktivitasnya yang sederhana menghadirkan sisi lain dari sosok heroik: sisi manusiawi yang membutuhkan jeda setelah menjalani berbagai peran dan menghadapi beragam persoalan. Istilah veteran merujuk pada sosok yang telah melewati perjalanan panjang, mengalami berbagai pertarungan, dan mengumpulkan pengalaman hidup. Sementara itu, punk membawa asosiasi dengan sikap independen, semangat pemberontakan, dan penolakan terhadap tuntutan untuk selalu menyesuaikan diri dengan ekspektasi orang lain. Ketika kedua gagasan ini bertemu, lahirlah sosok yang tidak lagi merasa harus membuktikan kekuatannya setiap saat. Ia telah menjalani cukup banyak hal untuk memahami bahwa beristirahat bukanlah tanda kelemahan, melainkan bagian dari perjalanan hidup itu sendiri.
Oky Rey Montha bekerja dengan berbagai medium, dari lukisan, drawing, fotografi, video, instalasi, patung, digital imaging, hingga musik. Pengalaman hidup mendekatkannya dengan dunia komik dan imajinasi, yang kemudian berkembang menjadi salah satu sumber penting dalam praktik artistiknya. Bidang desain, manajemen seni, ilustrasi, serta image branding menjadi fondasi bagi praktik seni rupanya. Montha memadukan pop art dan surealisme untuk membicarakan hubungan manusia, keluarga, persahabatan, kondisi sosial, serta perkembangan masyarakat. Karya-karyanya menggunakan simbol sebagai cara membaca masa kini dan kemungkinan masa depan, dengan ketertarikan khusus pada psikoanalisis, psikiatri, dan humanisme. Montha aktif menggelar pameran tunggal di Indonesia maupun mancanegara. Pameran tunggalnya antara lain BRIGITTA QUEEN di Galeri Sutopo ISI Yogyakarta dan Canna Gallery Jakarta (2013), KEEP CALM AND SHUT UP di Equator Art Project, Singapura (2015), RYTHM OF CHAOS di CAN’S Gallery, Jakarta (2018), NOTE FROM DARKNESS di CAN’S Gallery (2020), INFINITY di Avenue Des Arts Gallery, Los Angeles (2021), hingga PIL GRIMAGE di SPAC8 ASHTA District 8, Jakarta (2024) dan KYREMONTHA di Pot Gallery, Kabanjahe (2025). Selain pameran tunggal, Montha aktif dalam berbagai pameran kelompok dan art fair. Beberapa di antaranya adalah ART JAKARTA, ART TAIPEI, KIAF ART SEOUL, ART SHENZEN, Art Jakarta Garden, serta ART PHILIPPINES. Ia berpartisipasi dalam Manifesto di Galeri Nasional Indonesia (2018), Art Moments Jakarta (2019–2022), dan ARTSUBS di Surabaya (2024).