
2026|Akrilik di Atas Kanvas|200 x 150 cm
Hidup adalah perjalanan menuju sesuatu yang tidak pernah sepenuhnya kita ketahui. Di setiap langkah, selalu ada peristiwa, perjumpaan, dan keadaan yang datang tanpa pernah benar-benar bisa kita duga. Kita tidak pernah tahu siapa yang akan hadir, apa yang akan terjadi, atau ke mana sebuah perjalanan akan membawa kita. Di tengah segala ketidakpastian, kita belajar untuk melangkah dengan hati-hati, menerima bahwa tidak semua hal memiliki jawaban, dan bahwa misteri akan selalu menjadi bagian dari perjalanan.
Luna Jilan Maghfiroh mengembangkan praktik artistiknya melalui eksplorasi isu-isu sosial dan lanskap sebagai tema utama berkarya. Baginya, seni merupakan medium untuk merekam sekaligus merefleksikan pengalaman hidup sehari-hari, menghadirkan narasi yang berangkat dari realitas sosial maupun kedekatannya dengan alam. Dengan bahasa visual yang personal, ia menerjemahkan berbagai persoalan kemanusiaan ke dalam karya-karya yang mengundang empati dan membuka ruang dialog, sementara lanskap dihadirkan sebagai ruang kontemplatif untuk mengeksplorasi relasi antara manusia, lingkungan, dan pengalaman batin. Dalam proses kreatifnya, Luna memadukan pengamatan terhadap kehidupan sehari-hari dengan eksplorasi bentuk, warna, dan komposisi yang menonjolkan dimensi emosional sekaligus puitis. Lanskap dalam karyanya tidak sekadar menjadi representasi visual, tetapi berkembang menjadi metafora tentang perubahan, ingatan, identitas, dan keterhubungan manusia dengan lingkungannya. Pendekatan ini menghasilkan karya-karya yang menjembatani pengalaman personal dengan isu-isu sosial yang lebih luas. Luna terus memperluas praktik artistiknya melalui berbagai pameran seni rupa. Pada 2024, ia berpartisipasi dalam Grey Annual Award di Bandung dan MiniARTMalang (MAM #5). Konsistensinya berlanjut pada 2025 dengan kembali mengikuti MiniARTMalang (MAM #6).