
2026|Pensil warna, grafit, dan arang di atas kertas|drawing: 78 x 50 cm frame: 104 x 66 cm
Ada pohon yang bekerja dalam senyap. Sloanea sigun yang dikenal juga sebagai Ki Somang, Beleketebe, atau Landakan adalah arsitek tak kasat mata dari hutan tropis Indonesia. Ia menjaga kestabilan tanah, siklus hara, dan tata air, sekaligus menjadi rumah bagi anggrek hutan dan epifit lain. Sifatnya sirkular, ia menopang sebelum ditebang. Setelah berperan sebagai penjaga ekosistem, kayunya berpindah menjadi bagian dari ruang domestik manusia. Lantai, kabinet, bingkai pintu dan jendela, vinir, kayu lapis, dan lainnya. Dari hutan ke rumah, dari penyangga ekologis menjadi penyangga estetika. Karya ini adalah upaya saya menelusuri bagaimana satu spesies endemik menjalani dua kehidupan: sebagai entitas ekologis yang menjaga, dan sebagai material yang dibentuk ulang oleh tangan manusia. Saya tertarik pada titik temu antara apa yang alam berikan secara cuma-cuma, dan apa yang kemudian kita ubah bentuk dan namai ulang sebagai komoditas.
Diva Meshia adalah seniman otodidak dan apprentice tattooist yang berbasis di Jakarta. Setelah berkarier selama lebih dari tiga belas tahun di industri agensi kreatif dan desain grafis, ia memutuskan untuk sepenuhnya menekuni praktik seni rupa yang berakar pada pengamatan mendalam terhadap alam. Karyanya mengajak penonton tidak hanya mengapresiasi keindahan dan kompleksitas dunia tumbuhan, tetapi juga menyelami dimensi misterius yang tersembunyi di baliknya. Dengan medium utama pensil warna dan grafit, serta eksplorasi cat air, pastel, dan silverpoint, Diva memadukan ketelitian observasi ilmiah dengan pendekatan artistik yang puitis. Sebagai anggota aktif sekaligus tim desain grafis Indonesian Society of Botanical Artists (IDSBA), Diva kerap berkolaborasi dengan ilmuwan dan organisasi lingkungan dalam upaya mendokumentasikan kekayaan flora Indonesia melalui seni botani. Sejak 2025, ia juga direpresentasikan oleh Galeri Ruang Dini, Bandung. Karyanya telah dipresentasikan dalam berbagai pameran nasional dan internasional, termasuk pameran tunggal Blooming in the Space Between (2025), Botanical Art Worldwide, Ragam Flora Indonesia, The 17th Art of Botanical Illustration di Melbourne, Flora of Southeast Asia di Singapura dan Vietnam, serta Jakarta Biennale: ESOK. Ia juga berpartisipasi dalam Art Jakarta Papers (2026) dan tengah mempersiapkan karya untuk RHS Botanical Art and Photography Show 2027. Selain berkarya di ranah seni, Diva menjalin kolaborasi kreatif dengan berbagai merek, seperti Jo Malone London, Victoria’s Secret, Ranch Market, BLP Beauty, Ria Miranda, dan Ensemble The Label.