1 Seniman & 1 Kelompok Terlibat • 3 Karya Kolaborasi
Lahir di Bali, Made Ardana tinggal dan bekerja di Bali–Yogyakarta. Ia menempuh pendidikan seni di Institut Seni Indonesia Denpasar, Bali. Pada 2001, ia bergabung dengan Taxu, kelompok seni alternatif yang didirikan pada tahun yang sama dan dikenal melalui praktik yang mempertanyakan kembali persoalan ke-Balian dalam pendekatan seni rupa di Bali. Praktik artistik Ardana pada awal 2000-an ditandai oleh eksplorasi objek bawang. Melalui idiom visual realistik, ia menggunakan objek tersebut untuk menyampaikan gagasan dan pandangannya mengenai seni lukis abstrak. Setelah periode ini, Ardana berpindah dari Bali ke Yogyakarta. Dalam masa transisi tersebut, ia mengisi kekosongan gagasan dengan melukis berbagai objek yang ditemuinya di Museum Keraton Yogyakarta. Pada 2013–2014, eksplorasinya bergeser pada tema keluarga, yang berangkat dari pertanyaan mengenai makna “rumah” dalam konteks Bali, terutama setelah ia menetap di Yogyakarta. Sejak saat itu, gagasan tentang rumah berkembang menjadi salah satu fokus utama praktik artistiknya. Dalam perkembangannya, Kokok memperluas persoalan tersebut dengan menelusuri hubungan antara rumah, identitas Bali, dan negara, termasuk melalui eksplorasi sejarah kekerasan 1965 di Bali. Praktiknya kini mempertemukan pengalaman personal, ingatan, sejarah, dan persoalan identitas dalam upaya memahami kembali makna “rumah” sebagai ruang sosial sekaligus politik.
Kantor Bersama Urusan Seni Rupa (KBUSR) adalah infrastruktur seni yang dijalankan secara mandiri oleh seniman dan berbasis di Yogyakarta. Didirikan pada 2025, KBUSR merupakan wadah kolektif yang menawarkan cara alternatif dalam mengorganisasi, mengembangkan, dan merawat praktik seni rupa.