Erizal A. S.

Erizal A. S.

Indonesia

Dwi Januartanto yang tinggal dan berkarya antara Lamongan dan Surabaya. Praktik artistiknya lahir dari ketegangan antara lanskap agraris pedesaan dan lingkungan metropolitan yang dibentuk oleh industri, perdagangan, serta pembangunan infrastruktur. Kontras tersebut menjadi titik berangkat bagi eksplorasinya terhadap relasi pusat–pinggiran, sistem kerja dan ekstraksi, serta jejak kolonial yang masih memengaruhi kehidupan di Global Selatan. Bekerja melalui lukisan, performans, dan instalasi, Dwi mengeksplorasi hubungan antara material, tubuh, dan struktur sosial-ekonomi dengan pendekatan konseptual yang bersifat eklektik dan berperspektif dekolonial. Melalui karya-karyanya, ia menempatkan pengalaman lokal sebagai bentuk pengetahuan yang hidup sekaligus menawarkan ruang refleksi mengenai kerja, identitas, dan solidaritas lintas komunitas. Konsistensinya dalam berkarya membawanya meraih Gold Award UOB Painting of the Year Indonesia (2019), ColorPro Award (2022), serta menjadi finalis berbagai kompetisi nasional dan internasional, termasuk Decolonial Memorial Design Competition di Berlin (2024). Karyanya telah dipresentasikan di berbagai institusi dan perhelatan seni bergengsi, seperti Galeri Nasional Indonesia, Museum Neukölln Berlin, Jakarta Biennale, Jogja Biennale, Jatim Biennale, Indonesia Bertutur, dan Lumbung Indonesia. Selain aktif mengikuti program residensi di Indonesia dan luar negeri, Dwi juga berkiprah sebagai kurator dan penggerak ekosistem seni. Ia merupakan salah satu pendiri Serbuk Kayu dan Noise Brut, dua komunitas seni yang berfokus pada kolaborasi lintas disiplin, produksi pengetahuan, dan pengembangan praktik seni kontemporer di Indonesia.

Karya

Data Karya Belum Tersedia

Karya dari seniman ini sedang dalam proses pengumpulan