Garis Edelweiss

Garis Edelweiss

Indonesia

Erizal A.S. lulus dari Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Seni lukisnya mengeksplorasi tema kepemimpinan, identitas, dan representasi kekuasaan. Pada awal kariernya, Erizal banyak mengangkat figur konduktor orkestra sebagai metafora bagi karisma, otoritas, dan relasi antara pemimpin dengan orang-orang yang dipimpinnya. Ketertarikan tersebut kemudian berkembang menjadi eksplorasi yang lebih luas mengenai potret sebagai medium untuk mengungkap identitas, karakter, dan kompleksitas persona manusia. Bagi Erizal, potret bukan sekadar representasi visual, melainkan ruang untuk mempertanyakan hubungan antara citra publik dan kenyataan yang diwujudkan melalui tindakan. Karya-karyanya telah dipamerkan secara luas dalam pameran tunggal maupun kelompok di Indonesia dan mancanegara, antara lain Darek #1: Bentang Alam (2022), Formless Existence di Singapura dan Yogyakarta (2019), Refiguring Portraiture (2016), serta berbagai ajang internasional seperti Art Basel Hong Kong, Art SG, Art Dubai, Art Fair Philippines, Art Kyoto, dan Art Jakarta bersama Gajah Gallery. Sepanjang kariernya, Erizal juga menerima berbagai penghargaan dan pengakuan, termasuk Finalis UOB Painting Competition (2013), Top 20 The Thousand Mysteries of Borobudur Art Competition (2007), Finalis Jakarta Art Awards (2006), serta sejumlah penghargaan sejak masa studinya di ISI Yogyakarta.

Karya

Data Karya Belum Tersedia

Karya dari seniman ini sedang dalam proses pengumpulan