
Yogyakarta • Indonesia
Bagi Indra Evendi Yogyakarta menjadi lingkungan yang mempertemukannya dengan berbagai gagasan, praktik, dan kemungkinan dalam berkesenian. Pengalaman tersebut membentuk ketertarikannya pada seni sebagai medium untuk menyampaikan pengalaman personal sekaligus membuka ruang refleksi yang lebih luas. Indra mengeksplorasi medium patung dengan pendekatan visual yang terinspirasi dari berbagai bentuk mainan. Ia tertarik pada bentuk-bentuk yang lucu, berwarna, dan akrab karena memiliki kemampuan untuk menciptakan kedekatan dengan penonton. Namun, di balik tampilan yang ringan dan menyenangkan, karya-karyanya mempertanyakan memori masa kecil, identitas, serta budaya populer yang secara perlahan membentuk cara kita melihat dan memahami dunia. Indra menyukai permainan kontras antara bentuk yang ringan dengan gagasan yang lebih kompleks. Baginya, bermain bukan sekadar aktivitas masa kanak-kanak, tetapi juga cara untuk mempertahankan kepekaan, imajinasi, dan kebebasan dalam menghadapi kehidupan yang semakin serius. Melalui karyanya, ia berusaha mengaburkan batas antara seni dan permainan, nostalgia dan kritik, sekaligus menghadirkan pengalaman visual yang dekat, akrab, dan mengundang senyum. Karya-karyanya telah dipamerkan di berbagai ruang seni di Yogyakarta, Jakarta, Jepara, dan Manado. Pada 2015, ia menjadi finalis Gudang Garam Indonesia Art Award, sementara pada 2016 ia meraih Second Runner-up dalam Trimatra Art Competition – Environmental Theme di Salihara Gallery, Jakarta. Ia juga berpameran di Fine Art Exhibition Jogjatopia Jogja Street Sculpture Project, Yogyakarta pada 2018.

Indra Evendi

Indra Evendi

Indra Evendi

Indra Evendi

Indra Evendi

Indra Evendi

Indra Evendi

Indra Evendi

Indra Evendi

Indra Evendi

Indra Evendi

Indra Evendi

Indra Evendi

Indra Evendi

Yogyakarta • Indonesia
Bagi Indra Evendi Yogyakarta menjadi lingkungan yang mempertemukannya dengan berbagai gagasan, praktik, dan kemungkinan dalam berkesenian. Pengalaman tersebut membentuk ketertarikannya pada seni sebagai medium untuk menyampaikan pengalaman personal sekaligus membuka ruang refleksi yang lebih luas. Indra mengeksplorasi medium patung dengan pendekatan visual yang terinspirasi dari berbagai bentuk mainan. Ia tertarik pada bentuk-bentuk yang lucu, berwarna, dan akrab karena memiliki kemampuan untuk menciptakan kedekatan dengan penonton. Namun, di balik tampilan yang ringan dan menyenangkan, karya-karyanya mempertanyakan memori masa kecil, identitas, serta budaya populer yang secara perlahan membentuk cara kita melihat dan memahami dunia. Indra menyukai permainan kontras antara bentuk yang ringan dengan gagasan yang lebih kompleks. Baginya, bermain bukan sekadar aktivitas masa kanak-kanak, tetapi juga cara untuk mempertahankan kepekaan, imajinasi, dan kebebasan dalam menghadapi kehidupan yang semakin serius. Melalui karyanya, ia berusaha mengaburkan batas antara seni dan permainan, nostalgia dan kritik, sekaligus menghadirkan pengalaman visual yang dekat, akrab, dan mengundang senyum. Karya-karyanya telah dipamerkan di berbagai ruang seni di Yogyakarta, Jakarta, Jepara, dan Manado. Pada 2015, ia menjadi finalis Gudang Garam Indonesia Art Award, sementara pada 2016 ia meraih Second Runner-up dalam Trimatra Art Competition – Environmental Theme di Salihara Gallery, Jakarta. Ia juga berpameran di Fine Art Exhibition Jogjatopia Jogja Street Sculpture Project, Yogyakarta pada 2018.

Indra Evendi

Indra Evendi

Indra Evendi

Indra Evendi

Indra Evendi

Indra Evendi

Indra Evendi

Indra Evendi

Indra Evendi

Indra Evendi

Indra Evendi

Indra Evendi

Indra Evendi

Indra Evendi