
KBUSR - Handiwirman Saputra
Yogyakarta • Indonesia
Handiwirman Saputra menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta. Ia merupakan salah satu pendiri Kelompok Seni Rupa Jendela, kelompok seniman asal Minangkabau yang merantau dan berkarya di Yogyakarta. Ia mengikuti program residensi seniman di Singapore Tyler Print Institute tahun 2011. Praktik artistiknya mencakup lukisan, instalasi, dan karya trimatra yang kerap dikembangkan dari bentuk-bentuk dalam lukisannya. Ia memanfaatkan berbagai benda temuan dan material sehari-hari, seperti benang, kawat, plastik, potongan kertas, rambut, dan batang kayu, yang diolah menjadi bentuk-bentuk berukuran besar hingga monumental. Melalui material sederhana tersebut, Handiwirman mengeksplorasi persoalan persepsi, cara melihat, serta kemungkinan menemukan keindahan dari benda-benda yang akrab dalam kehidupan sehari-hari. Pameran tunggalnya antara lain Benda (1999), Patah Hati (2001), Apa-apanya Dong? (2004), Archaeology of a Hotel Room (2007), Things, the Order of Handiwirman (2009), Tak Berakar, Tak Berpucuk/No Roots, No Shoots (2011–2012), Ujung Sangkut Sisi Sentuh (2012), dan Saat Bentuk Menjadi Kelakuan (2015). Ia berpartisipasi dalam berbagai pameran penting, termasuk Belief, Singapore Biennale (2006); The 9th Asia Pacific Triennial of Contemporary Art (2018); Contemporary Worlds: Indonesia, National Gallery of Australia (2019); serta May You Live In Interesting Times dan Lost Verses dalam Venice Biennale (2019). Karyanya dikoleksi oleh MORI Art Museum, Museum MACAN, OHD Museum, Tumurun Museum, National Gallery of Australia, dan Singapore Art Museum.
Karya
Data Karya Belum Tersedia
Karya dari seniman ini sedang dalam proses pengumpulan