
Majalengka • Indonesia
Loranita Theo mengembangkan praktik artistik melalui eksplorasi material, tentang hubungan antara manusia, lingkungan, dan kehidupan sehari-hari. Ia merupakan lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (FSRD ITB) angkatan 1990. Pada 1995, ia mendirikan Sanggar Anggit Serat Alam di Bandung dan sejak 1999 aktif berkegiatan di Galeri Barak Bandung. Perjalanan artistiknya ditandai oleh partisipasi dalam berbagai pameran di Indonesia dan mancanegara. Karyanya antara lain dipresentasikan dalam pameran Jatiwangi art Factory di Galeri Kita Bandung (2006), OK Video Militia di Galeri Nasional Indonesia (2007), dan Tanda Kota di Galeri Cipta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta (2007). Pada 2008, ia menggelar pameran tunggal Dendang Daging di Galeri Salihara, Jakarta. Loranita kemudian berpartisipasi dalam Dari Penjara ke Pigura, Salihara Jakarta (2008), Bayang di Galeri Nasional Indonesia (2011), menjadi finalis The Ideal Word Jakarta Art Awards (2012), serta mengikuti Made in Common di Stedelijk Museum, Belanda (2013). Karya-karyanya juga dipresentasikan melalui berbagai program internasional, antara lain Indunature di Polandia (2014), Extra Curriculum (2016), Soonbeek Festival di Arnhem, Belanda (2016), Sunshower di Fukuoka, Jepang (2017), dan Poiesis Procession di Korea (2024). Pada 2025, ia menggelar pameran tunggal Open-Oven di Galeri Orbital Bandung dan berpartisipasi dalam Art Jakarta Garden.