
Bali • Indonesia
Made Kenak Dwi Adnyana tumbuh dalam lingkungan agraris, kedekatannya dengan alam dan kehidupan pertanian menjadi pengalaman penting yang membentuk pandangan artistiknya. Ia menempuh pendidikan seni di SMSR Bali kemudian melanjutkan pendidikan di Institut Seni Indonesia Yogyakarta dan menetap di Yogyakarta selama satu dekade. Dalam praktik seninya, Made Kenak banyak mengeksplorasi bentuk-bentuk visual yang berkaitan dengan alam dan lingkungan. Baginya, alam merupakan “Ibu” yang telah merawat dan membesarkannya sejak kecil. Pengalaman tersebut kemudian mempertemukan dua jalan hidup yang menjadi bagian penting dari dirinya: pertanian dan kesenian. Aktivitas pamerannya berlangsung secara konsisten di Bali maupun Jakarta. Ia berpartisipasi dalam Bali Mega Rupa di Museum ARMA (2021) dan Museum Neka (2022), Nandurin Karang Awak di Amarta Beachfront Resort & Spa (2022), serta pameran bersama Jagad Gallery dalam Jumpa Sapa di Rumah Begawan, Surabaya (2022). Pada 2023, ia tampil dalam Art Jakarta, CreArt di Menara Astra, Pesan dari Barat di Griya Santrian, Ungkap Jagad di Jagad Gallery, serta Unity di Gusti Aryadi Artspace. Tahun 2024 ditandai dengan partisipasinya dalam Realm Immersivity – UrbanSTORMing5, Art Jakarta, Legacy di Baturan Art Space, dan Art Jakarta Gardens bersama Jagad Gallery. Pada 2025, ia kembali tampil dalam Pesan dari Barat: Warna Rupa Jatiluwih di Biji Artspace dan Art Jakarta Gardens di Hutan Kota by Pelataran, Jakarta.

Made Kenak Dwi Adnyana

Made Kenak Dwi Adnyana

Made Kenak Dwi Adnyana

Made Kenak Dwi Adnyana

Made Kenak Dwi Adnyana

Bali • Indonesia
Made Kenak Dwi Adnyana tumbuh dalam lingkungan agraris, kedekatannya dengan alam dan kehidupan pertanian menjadi pengalaman penting yang membentuk pandangan artistiknya. Ia menempuh pendidikan seni di SMSR Bali kemudian melanjutkan pendidikan di Institut Seni Indonesia Yogyakarta dan menetap di Yogyakarta selama satu dekade. Dalam praktik seninya, Made Kenak banyak mengeksplorasi bentuk-bentuk visual yang berkaitan dengan alam dan lingkungan. Baginya, alam merupakan “Ibu” yang telah merawat dan membesarkannya sejak kecil. Pengalaman tersebut kemudian mempertemukan dua jalan hidup yang menjadi bagian penting dari dirinya: pertanian dan kesenian. Aktivitas pamerannya berlangsung secara konsisten di Bali maupun Jakarta. Ia berpartisipasi dalam Bali Mega Rupa di Museum ARMA (2021) dan Museum Neka (2022), Nandurin Karang Awak di Amarta Beachfront Resort & Spa (2022), serta pameran bersama Jagad Gallery dalam Jumpa Sapa di Rumah Begawan, Surabaya (2022). Pada 2023, ia tampil dalam Art Jakarta, CreArt di Menara Astra, Pesan dari Barat di Griya Santrian, Ungkap Jagad di Jagad Gallery, serta Unity di Gusti Aryadi Artspace. Tahun 2024 ditandai dengan partisipasinya dalam Realm Immersivity – UrbanSTORMing5, Art Jakarta, Legacy di Baturan Art Space, dan Art Jakarta Gardens bersama Jagad Gallery. Pada 2025, ia kembali tampil dalam Pesan dari Barat: Warna Rupa Jatiluwih di Biji Artspace dan Art Jakarta Gardens di Hutan Kota by Pelataran, Jakarta.

Made Kenak Dwi Adnyana

Made Kenak Dwi Adnyana

Made Kenak Dwi Adnyana

Made Kenak Dwi Adnyana

Made Kenak Dwi Adnyana