
Made Wiguna Valasara
Indonesia
Joni Ramlan secara otodidak mengembangkan bahasa visual yang khas melalui sapuan garis ekspresif, tekstur yang kaya, serta eksplorasi warna yang intuitif. Praktik artistiknya berangkat dari pengalaman hidup sehari-hari yang ditransformasikan menjadi metafora visual tentang memori, perjalanan, ruang, dan relasi manusia dengan lingkungannya. Beragam objek seperti sepeda, gitar, lanskap kota, peta, dan bentuk-bentuk abstrak terus hadir sebagai simbol yang berkembang dalam perjalanan estetiknya. Joni telah menggelar sejumlah pameran tunggal, antara lain Menggantung Masa Lalu (Orasis Gallery, Surabaya, 2009), Subsiding Memory (Puri Art Gallery, Jakarta, 2010), The Uncertainty bersama Richard Irwin Meyer (2020), Purnama di Atas Bukit (Katirin Art House, Yogyakarta, 2022), Napak Tilas (New Orasis Gallery, Surabaya, 2023), dan Progress (do Neo Gallery, Jakarta, 2025). Karyanya dipresentasikan dalam berbagai pameran termasuk ARTSUBS, Art Expo Malaysia, Art Taipei, Singapore Contemporary Art Forum, Korea International Art Fair (KIAF) dan Beijing International Art Biennale. Joni menerima Penghargaan Gubernur Jawa Timur sebagai Seniman Berprestasi (2012), menjadi finalis Indonesia Art Award dan Jakarta Art Award, serta meraih pengakuan internasional ketika tiga karyanya terpilih pada Beijing International Art Biennale 2017, dengan satu karya dikoleksi oleh National Art Museum of China (NAMoC). Hingga kini, ia terus mengembangkan praktik melukis yang memadukan ekspresi personal dengan refleksi atas dinamika kehidupan kontemporer.
Karya
Data Karya Belum Tersedia
Karya dari seniman ini sedang dalam proses pengumpulan