
Bali • Indonesia
Made Wiguna Valasara menyelesaikan pendidikan di ISI Yogyakarta. Praktik artistiknya dikenal melalui eksplorasi material, terutama teknik kanvas embos (stuffed canvas), yang memperlakukan kanvas bukan sekadar sebagai bidang gambar, melainkan sebagai objek tiga dimensional. Pendekatan ini membawanya mengembangkan bahasa visual yang memadukan tradisi, materialitas, dan eksperimentasi bentuk. Karya-karya Valasara banyak berangkat dari reinterpretasi seni lukis tradisional Bali, dialog dengan seni Renaisans dan seni modern, serta refleksi atas berbagai persoalan sosial dan budaya di Bali. Melalui eksplorasi tersebut, ia mendorong batas-batas konvensi seni lukis Bali menuju praktik seni rupa kontemporer yang lebih terbuka dan multidimensional. Valasara aktif berpameran di berbagai kota di Indonesia maupun mancanegara. Pameran tunggalnya antara lain Cosmic Construct di Hong Kong (2023), Carousel di Yiri Arts, Taipei (2022), Collective Fragment di Art Agenda Jakarta (2021), serta Playing Balinese pada Art Stage Singapore (2016), Solo Project di Hong Kong (2015), Animal Behaved di Jakarta dan Bandung (2010). Ia juga berpartisipasi dalam berbagai ajang internasional seperti Sydney Contemporary, Aotearoa Art Fair, Art Taipei, dan Art Tainan. Karyanya memperoleh sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk Public Vote Winner Sovereign Asian Art Prize (2020), serta menjadi finalis UOB Painting of the Year dan Indonesia Art Award. Pada 2011, ia mengikuti program residensi di Selasar Sunaryo Art Space, Bandung.

Bali • Indonesia
Made Wiguna Valasara menyelesaikan pendidikan di ISI Yogyakarta. Praktik artistiknya dikenal melalui eksplorasi material, terutama teknik kanvas embos (stuffed canvas), yang memperlakukan kanvas bukan sekadar sebagai bidang gambar, melainkan sebagai objek tiga dimensional. Pendekatan ini membawanya mengembangkan bahasa visual yang memadukan tradisi, materialitas, dan eksperimentasi bentuk. Karya-karya Valasara banyak berangkat dari reinterpretasi seni lukis tradisional Bali, dialog dengan seni Renaisans dan seni modern, serta refleksi atas berbagai persoalan sosial dan budaya di Bali. Melalui eksplorasi tersebut, ia mendorong batas-batas konvensi seni lukis Bali menuju praktik seni rupa kontemporer yang lebih terbuka dan multidimensional. Valasara aktif berpameran di berbagai kota di Indonesia maupun mancanegara. Pameran tunggalnya antara lain Cosmic Construct di Hong Kong (2023), Carousel di Yiri Arts, Taipei (2022), Collective Fragment di Art Agenda Jakarta (2021), serta Playing Balinese pada Art Stage Singapore (2016), Solo Project di Hong Kong (2015), Animal Behaved di Jakarta dan Bandung (2010). Ia juga berpartisipasi dalam berbagai ajang internasional seperti Sydney Contemporary, Aotearoa Art Fair, Art Taipei, dan Art Tainan. Karyanya memperoleh sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk Public Vote Winner Sovereign Asian Art Prize (2020), serta menjadi finalis UOB Painting of the Year dan Indonesia Art Award. Pada 2011, ia mengikuti program residensi di Selasar Sunaryo Art Space, Bandung.