
Yogyakarta • Indonesia
Pupuk Daru Purnomo atau Pupuk DP adalah lulusan Program Seni Rupa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Ia mengembangkan praktik seni lukis yang memadukan cat air dan cat minyak untuk menangkap kehidupan masyarakat Yogyakarta serta atmosfer mistik Candi Borobudur. Karya-karyanya banyak dipengaruhi kebudayaan Jawa, terutama melalui penggambaran kehidupan sehari-hari, manusia, lingkungan sosial, dan pengalaman kultural yang dekat dengan kesehariannya. Pupuk DP telah mengikuti berbagai pameran tunggal maupun kelompok di Indonesia dan mancanegara. Beberapa pameran tunggal antara lain Second Chance di Mizuma Gallery, Singapura (2018); Kerak Residu, Yogyakarta (2019, Phantasmatic Painting di Bandung (2023); serta DOXA: Pupuk Daru Purnomo 60 Tahun, Yogyakarta (2024). Dalam pameran kelompok, ia antara lain berpartisipasi dalam Yogya Annual Art #8: INFIN di Yogyakarta (2023), Merefleksi Seratus Tahun Surrealisme André Breton, Magelang (2024), The Four Classmates, Magelang (2024) dan Expressions of Hearts and Minds Bangkok (2025), dan ARTSUBS – Material Ways (2025), Kulminasi di Yogyakarta (2025), Kereta Api yang Berangkat Pagi Hari: 82 tahun Kuntowijoyo, Yogyakarta (2025) dan Mata Rantai, Malang. Ia juga mengikuti India – ASEAN artists residency di Darjeeling India (2012). Melalui perjalanan panjang tersebut, Pupuk DP terus memperlihatkan ketertarikannya pada hubungan antara realitas sehari-hari, imajinasi dan budaya Jawa, dengan menjadikan lukisan sebagai ruang untuk merekam sekaligus menafsirkan kehidupan.

Pupuk DP

Pupuk DP

Pupuk DP

Pupuk DP

Pupuk DP

Pupuk DP

Pupuk DP

Pupuk DP

Yogyakarta • Indonesia
Pupuk Daru Purnomo atau Pupuk DP adalah lulusan Program Seni Rupa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Ia mengembangkan praktik seni lukis yang memadukan cat air dan cat minyak untuk menangkap kehidupan masyarakat Yogyakarta serta atmosfer mistik Candi Borobudur. Karya-karyanya banyak dipengaruhi kebudayaan Jawa, terutama melalui penggambaran kehidupan sehari-hari, manusia, lingkungan sosial, dan pengalaman kultural yang dekat dengan kesehariannya. Pupuk DP telah mengikuti berbagai pameran tunggal maupun kelompok di Indonesia dan mancanegara. Beberapa pameran tunggal antara lain Second Chance di Mizuma Gallery, Singapura (2018); Kerak Residu, Yogyakarta (2019, Phantasmatic Painting di Bandung (2023); serta DOXA: Pupuk Daru Purnomo 60 Tahun, Yogyakarta (2024). Dalam pameran kelompok, ia antara lain berpartisipasi dalam Yogya Annual Art #8: INFIN di Yogyakarta (2023), Merefleksi Seratus Tahun Surrealisme André Breton, Magelang (2024), The Four Classmates, Magelang (2024) dan Expressions of Hearts and Minds Bangkok (2025), dan ARTSUBS – Material Ways (2025), Kulminasi di Yogyakarta (2025), Kereta Api yang Berangkat Pagi Hari: 82 tahun Kuntowijoyo, Yogyakarta (2025) dan Mata Rantai, Malang. Ia juga mengikuti India – ASEAN artists residency di Darjeeling India (2012). Melalui perjalanan panjang tersebut, Pupuk DP terus memperlihatkan ketertarikannya pada hubungan antara realitas sehari-hari, imajinasi dan budaya Jawa, dengan menjadikan lukisan sebagai ruang untuk merekam sekaligus menafsirkan kehidupan.

Pupuk DP

Pupuk DP

Pupuk DP

Pupuk DP

Pupuk DP

Pupuk DP

Pupuk DP

Pupuk DP