
Bandung • Indonesia
Rendy Raka Pramudya menyelesaikan pendidikan di Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung (ITB), pada 2015 dan saat ini melanjutkan studi magister di bidang seni rupa dengan jalur kekaryaan. Rendy mengeksplorasi kemungkinan menghadirkan realitas alternatif yang berjarak dari pengalaman keseharian. Ia berusaha mengurangi dominasi seniman terhadap medium dengan memberi ruang bagi karakteristik material untuk menentukan arah visual karya. Pendekatan tersebut menghasilkan bentuk-bentuk ambigu yang tidak semata-mata mengajak penonton membaca representasi, tetapi juga mengalami dan merasakan kehadiran karya secara langsung. Rendy juga mengeksplorasi hubungan antara skala, tubuh, dan ruang. Format karya yang masif digunakan untuk mengubah kesadaran penonton terhadap posisi tubuhnya sendiri di hadapan sesuatu yang tidak lazim. Rendy telah menggelar pameran tunggal Transvertere di ROH Projects, Jakarta (2016) dan Imagining Noumena di CAN’s Gallery, Jakarta (2023), serta pameran duo Outlandish di Lawangwangi Creative Space. Ia juga berpartisipasi dalam berbagai pameran kuratorial, antara lain Telapak Sendiri: Tutur Terbelah, Tentang Bentuk dan Narasi, Nandur Srawung 11: Wasiat, Observersi, Salindia, Adicitra Ganesha, View/Preview ’26, NICE, dan Adu Manis (2025). Rendy juga merupakan finalis Bandung Contemporary Art Award (BaCAA) 5 serta UOB Painting of the Year pada 2017, 2022, 2024, dan 2025, Karyanya juga dipresentasikan dalam berbagai pameran di Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Australia.