
Lima Puluh Kota, Sumatera Barat • Indonesia
Romi Armon merupakan lulusan Seni Rupa Universitas Negeri Padang. Perjalanan keseniannya telah berlangsung sejak awal 2000-an, dengan keterlibatan aktif dalam berbagai pameran seni rupa di Sumatera Barat, Yogyakarta, Jakarta, serta sejumlah kota di Indonesia dan Malaysia. Praktik artistik Romi berkembang melalui persinggungan antara seni rupa kontemporer, pengalaman personal, serta konteks sosial dan budaya Minangkabau. Keterlibatannya dalam berbagai proyek dan komunitas seni, termasuk Komunitas Seni Belanak dan TAMBO Art Center, memperlihatkan perhatiannya terhadap hubungan antara praktik seni, tradisi, dan kehidupan masyarakat. Sejak 2002, ia telah mengikuti berbagai pameran, antara lain Mempertimbangkan Tradisi di Galeri Nasional Indonesia (2004), Urban/Culture dalam 2nd CP Open Biennale di Museum Bank Indonesia, Jakarta (2005), Manifesto di Galeri Nasional Indonesia (2008), serta Tribute to Soedjojono di Canna Gallery, Jakarta (2010). Ia juga berpartisipasi dalam ARTJOG 12 (2012), Sumatra Biennale (2014), Bakaba, Tambo #3 KAPACAK, dan Matrilini di berbagai ruang seni Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, Romi Armon semakin aktif mengembangkan proyek berbasis komunitas dan komisi karya. Karyanya hadir dalam Jalur Rempah, Festival Pusako, serta sejumlah proyek TAMBO Art Center. Pada 2024 ia mengerjakan karya komisi untuk Gelanggang Arang WTBOS di Bandara Internasional Minangkabau. Pada 2026, ia kembali berpartisipasi dalam pameran Manapak Jajak di Sakato Art Community Art Space, Yogyakarta.