
Bali • Indonesia
Satya Cipta adalah lulusan Program Studi Teater, Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Selama studi, ia aktif sebagai penyanyi dan aktor, serta mengembangkan praktik melukis. Setelah kembali ke Bali, ia bekerja sebagai aktor lepas, editor, sutradara, dan produser di Bali TV, sebelum memutuskan untuk sepenuhnya menekuni seni lukis. Pada 2012, ia mulai mempelajari seni lukis tradisional Bali, sebuah pengalaman yang kemudian menjadi fondasi penting bagi perkembangan praktik artistiknya. Karya-karya Satya memadukan penguasaan tradisi visual Bali dengan perspektif kontemporer kritis terhadap relasi kuasa, identitas gender, spiritualitas, dan tubuh. Melalui sapuan kuas yang ekspresif dan narasi simbolik, ia menghadirkan pembacaan baru atas nilai-nilai budaya yang terus mengalami perubahan. Praktiknya mengangkat isu-isu yang jarang dibicarakan dalam masyarakat Bali, termasuk patriarki, seksualitas, dan kekerasan berbasis gender. Sejak tampil dalam Pameran Seni Rupa Nasional Epicentrum (2016), Satya aktif berpameran di Indonesia dan mancanegara. Ia menggelar pameran tunggal A Budding Talent (2018), Satya: A Great Talent in Its Bud (2019), dan The Wandering Soul (2022) di Art:1 New Museum, Jakarta. Pada 2023, ia mengikuti program residensi seniman di Footscray Community Art Gallery, Melbourne. Selain berkarya, Satya aktif mengajar, memimpin lokakarya seni, menjadi art director berbagai festival, serta tampil sebagai penyanyi bersama Indonesian National Orchestra dalam berbagai pertunjukan internasional.

Satya Cipta

Satya Cipta

Satya Cipta

Satya Cipta

Bali • Indonesia
Satya Cipta adalah lulusan Program Studi Teater, Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Selama studi, ia aktif sebagai penyanyi dan aktor, serta mengembangkan praktik melukis. Setelah kembali ke Bali, ia bekerja sebagai aktor lepas, editor, sutradara, dan produser di Bali TV, sebelum memutuskan untuk sepenuhnya menekuni seni lukis. Pada 2012, ia mulai mempelajari seni lukis tradisional Bali, sebuah pengalaman yang kemudian menjadi fondasi penting bagi perkembangan praktik artistiknya. Karya-karya Satya memadukan penguasaan tradisi visual Bali dengan perspektif kontemporer kritis terhadap relasi kuasa, identitas gender, spiritualitas, dan tubuh. Melalui sapuan kuas yang ekspresif dan narasi simbolik, ia menghadirkan pembacaan baru atas nilai-nilai budaya yang terus mengalami perubahan. Praktiknya mengangkat isu-isu yang jarang dibicarakan dalam masyarakat Bali, termasuk patriarki, seksualitas, dan kekerasan berbasis gender. Sejak tampil dalam Pameran Seni Rupa Nasional Epicentrum (2016), Satya aktif berpameran di Indonesia dan mancanegara. Ia menggelar pameran tunggal A Budding Talent (2018), Satya: A Great Talent in Its Bud (2019), dan The Wandering Soul (2022) di Art:1 New Museum, Jakarta. Pada 2023, ia mengikuti program residensi seniman di Footscray Community Art Gallery, Melbourne. Selain berkarya, Satya aktif mengajar, memimpin lokakarya seni, menjadi art director berbagai festival, serta tampil sebagai penyanyi bersama Indonesian National Orchestra dalam berbagai pertunjukan internasional.

Satya Cipta

Satya Cipta

Satya Cipta

Satya Cipta