
Yogyakarta • Indonesia
Taufik Ermas menyelesaikan pendidikan Sarjana Seni Rupa di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Praktik artistiknya berpusat pada pengembangan medium lukis melalui eksplorasi modified canvas, seperti shaped canvas, permukaan bergelombang, cut-out painting, dan struktur kanvas yang melampaui format dua dimensi konvensional. Dengan pendekatan tersebut, ia menghadirkan lukisan sebagai objek spasial yang mempertemukan citra, material, dan bentuk dalam hubungan yang dinamis. Melalui lapisan transparansi, tekstur timbul (embossed surface), dan transformasi struktur bidang, Taufik mengeksplorasi tema memori, persepsi, serta kondisi keberadaan yang senantiasa berubah. Taufik memperoleh berbagai pengakuan, antara lain Finalis The Sovereign Asian Art Prize (Hong Kong, 2020), Finalis Indonesia Art Awards (2010), dan Finalis Artmosphere Academic Art Awards (2007). Ia juga mengikuti program residensi di GloART, Belgia, dan NuArt Sculpture Park, Bandung. Taufik menggelar berbagai pameran tunggal, di antaranya Eksplorasi Ruang (2009), Footnote (2015), Bohemian Poetry (2018), In Absentia (2020), Invisible Presence di Manila dan The Sentience of Subtle Intelligence di Volta Basel (2022), proyek solo di Art Solo Taipei, Volta Basel, dan Art Central Hong Kong (2023), PRONOID di Nadi Gallery, Jakarta (2025), serta Shifting Axis pada Art Jakarta Gardens (2026). Praktiknya terus memperluas kemungkinan seni lukis kontemporer dengan mengaburkan batas antara lukisan, objek, dan instalasi.

Taufik Ermas

Taufik Ermas

Taufik Ermas

Taufik Ermas

Taufik Ermas

Taufik Ermas

Taufik Ermas

Taufik Ermas

Yogyakarta • Indonesia
Taufik Ermas menyelesaikan pendidikan Sarjana Seni Rupa di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Praktik artistiknya berpusat pada pengembangan medium lukis melalui eksplorasi modified canvas, seperti shaped canvas, permukaan bergelombang, cut-out painting, dan struktur kanvas yang melampaui format dua dimensi konvensional. Dengan pendekatan tersebut, ia menghadirkan lukisan sebagai objek spasial yang mempertemukan citra, material, dan bentuk dalam hubungan yang dinamis. Melalui lapisan transparansi, tekstur timbul (embossed surface), dan transformasi struktur bidang, Taufik mengeksplorasi tema memori, persepsi, serta kondisi keberadaan yang senantiasa berubah. Taufik memperoleh berbagai pengakuan, antara lain Finalis The Sovereign Asian Art Prize (Hong Kong, 2020), Finalis Indonesia Art Awards (2010), dan Finalis Artmosphere Academic Art Awards (2007). Ia juga mengikuti program residensi di GloART, Belgia, dan NuArt Sculpture Park, Bandung. Taufik menggelar berbagai pameran tunggal, di antaranya Eksplorasi Ruang (2009), Footnote (2015), Bohemian Poetry (2018), In Absentia (2020), Invisible Presence di Manila dan The Sentience of Subtle Intelligence di Volta Basel (2022), proyek solo di Art Solo Taipei, Volta Basel, dan Art Central Hong Kong (2023), PRONOID di Nadi Gallery, Jakarta (2025), serta Shifting Axis pada Art Jakarta Gardens (2026). Praktiknya terus memperluas kemungkinan seni lukis kontemporer dengan mengaburkan batas antara lukisan, objek, dan instalasi.

Taufik Ermas

Taufik Ermas

Taufik Ermas

Taufik Ermas

Taufik Ermas

Taufik Ermas

Taufik Ermas

Taufik Ermas