
Venzha Christ
Venzha Christiawan
Yogyakarta • Indonesia
Praktik seni Venzha Christ mempertemukan seni, teknologi, sains, kosmologi, dan eksplorasi fenomena extraterestrial. Ketertarikannya terhadap hubungan manusia dengan teknologi diwujudkan melalui penciptaan berbagai perangkat dan mesin eksperimental yang tidak hanya berfungsi sebagai objek seni, tetapi juga sebagai medium untuk menjelajahi kemungkinan dunia di luar pengalaman manusia sehari-hari. Dalam praktiknya, Venzha mengembangkan penelitian dan pengamatan terhadap fenomena UFO/UAP, termasuk berbagai kesaksian dan peristiwa yang terjadi di wilayah Yogyakarta. Bersama Indonesia UFO Network (IUN), ia memulai sejumlah proyek berbasis riset dan eksplorasi, termasuk laboratorium alam terbuka yang dikenal sebagai Kampung Alien di Nanggulan pada 2023. Perkembangan penelitian tersebut kemudian berkaitan dengan berdirinya Kampung UFO di Gedongkiwo, Mantrijeron, Yogyakarta, pada 2024. Penelitian Venzha mengenai fenomena-fenomena tersebut membawanya pada gagasan Vortex Line, sebuah garis imajiner yang menghubungkan Berbah, Gedongkiwo, dan Nanggulan. Ia membaca poros tersebut sebagai garis pantulan (mirroring) dari titik-titik konstelasi Rasi Bintang Orion, khususnya Orion Belt. Gagasan serupa juga ditelusurinya pada hubungan spasial antara Candi Borobudur, Pawon, dan Mendut. Dalam presentasi karyanya, Venzha memadukan objek trimatra, bunyi, animasi, dan perangkat teknologi. Baginya, teknologi merupakan bentuk relasi manusia dengan alat, dan karena itu, merupakan bagian dari praktik seni. Melalui mekanisme eksperimentalnya, ia mengeksplorasi kemungkinan menembus batas menuju ranah extra-terrestrial dan dunia paralel.
Karya
Data Karya Belum Tersedia
Karya dari seniman ini sedang dalam proses pengumpulan