
Yogyakarta • Indonesia
I Wayan Sudarsana tertarik pada seni rupa sejak masa kanak-kanak melalui kecenderungan menggambar secara realistik sekaligus imajinatif. Ia dipengaruhi oleh lingkungan keluarga serta warisan visual dan filosofi seni tradisi Bali. Secara konsisten, Wayan Sudarsana mengeksplorasi tema-tema ekologi melalui drawing, mural, hingga kini berfokus pada medium lukis di atas kanvas. Pendidikan formalnya diselesaikan di Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Sukawati, Bali, sebelum melanjutkan studi di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Selama di ISI, ia mengembangkan bahasa visual yang imajinatif untuk merespons isu-isu lingkungan hidup melalui simbol, metafora, dan narasi visual yang khas. Perjalanan artistiknya ditandai oleh partisipasi dalam berbagai pameran di Indonesia maupun mancanegara. Pameran tunggalnya antara lain Binatang Sebagai Inspirasi dalam Lukisan (2018) di R.J. Katamsi Gallery, ISI Yogyakarta, Transfigurasi (2022) di Selojene Pop Up, Yogyakarta, dan Art Jakarta Gardens (2025) bersama Jagad Gallery di Hutan Kota by Plataran, Jakarta. Sudarsana juga aktif dalam berbagai pameran bersama sejak 2017, termasuk UOB Painting of the Year, Yogya Annual Art, Salon, Art Jakarta, Art SubS, serta berbagai pameran yang diselenggarakan oleh Sanggar Dewata Indonesia. Karyanya juga telah dipresentasikan dalam sejumlah pameran di Korea Selatan dan Taiwan. Keterlibatannya dalam berbagai forum dan pameran seni menunjukkan konsistensinya dalam membangun praktik artistik, sekaligus memperluas dialog antara pengalaman budaya Bali, lingkungan, dan seni rupa kontemporer.

Wayan Sudarsana

Wayan Sudarsana

Wayan Sudarsana

Wayan Sudarsana

Wayan Sudarsana

Wayan Sudarsana

Wayan Sudarsana

Yogyakarta • Indonesia
I Wayan Sudarsana tertarik pada seni rupa sejak masa kanak-kanak melalui kecenderungan menggambar secara realistik sekaligus imajinatif. Ia dipengaruhi oleh lingkungan keluarga serta warisan visual dan filosofi seni tradisi Bali. Secara konsisten, Wayan Sudarsana mengeksplorasi tema-tema ekologi melalui drawing, mural, hingga kini berfokus pada medium lukis di atas kanvas. Pendidikan formalnya diselesaikan di Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Sukawati, Bali, sebelum melanjutkan studi di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Selama di ISI, ia mengembangkan bahasa visual yang imajinatif untuk merespons isu-isu lingkungan hidup melalui simbol, metafora, dan narasi visual yang khas. Perjalanan artistiknya ditandai oleh partisipasi dalam berbagai pameran di Indonesia maupun mancanegara. Pameran tunggalnya antara lain Binatang Sebagai Inspirasi dalam Lukisan (2018) di R.J. Katamsi Gallery, ISI Yogyakarta, Transfigurasi (2022) di Selojene Pop Up, Yogyakarta, dan Art Jakarta Gardens (2025) bersama Jagad Gallery di Hutan Kota by Plataran, Jakarta. Sudarsana juga aktif dalam berbagai pameran bersama sejak 2017, termasuk UOB Painting of the Year, Yogya Annual Art, Salon, Art Jakarta, Art SubS, serta berbagai pameran yang diselenggarakan oleh Sanggar Dewata Indonesia. Karyanya juga telah dipresentasikan dalam sejumlah pameran di Korea Selatan dan Taiwan. Keterlibatannya dalam berbagai forum dan pameran seni menunjukkan konsistensinya dalam membangun praktik artistik, sekaligus memperluas dialog antara pengalaman budaya Bali, lingkungan, dan seni rupa kontemporer.

Wayan Sudarsana

Wayan Sudarsana

Wayan Sudarsana

Wayan Sudarsana

Wayan Sudarsana

Wayan Sudarsana

Wayan Sudarsana