
Surabaya • Indonesia
Nana Yap pendiri dan direktur Daun Art Studio berkomitmen membangun komunitas seni yang inklusif bagi berbagai kalangan. Berangkat dari keyakinan bahwa seni merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, praktik artistiknya menjembatani seni, refleksi diri, dan keterlibatan sosial. Lulusan Desain Komunikasi Visual Universitas Kristen Petra, Surabaya, dan Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Nana juga memperdalam praktik seni terapeutik melalui berbagai sertifikasi internasional di bidang art therapy, art life coaching, dan praktik artistik meditatif. Pengalaman tersebut memperkaya pendekatan konseptual dalam karya-karyanya. Praktik Nana mengeksplorasi isu hak asasi manusia, hubungan antara tubuh, alam, dan kesadaran, serta siklus kehidupan—kelahiran, pelapukan, dan regenerasi. Melalui bentuk-bentuk organik dan komposisi yang mengalir, ia menciptakan ruang kontemplatif yang mengundang dialog batin antara manusia dan semesta. Karyanya telah dipresentasikan dalam berbagai pameran, antara lain Unfolding Horizons, Jakarta (2025), Finna Art Prize (2025), Moonveils: If You Know, You Know, Jakarta (2025) Grand Opening - Shift, Art WeMe Contemporary, Jakarta (2025), Art Jakarta Papers (2026), Empty Space di NIMCA Museum, Yogyakarta (2026), Starting Points, But Muchtar Gallery ISI Jogjakarta (2026), , dan sejumlah pameran di Art WeMe Contemporary, Jakarta. Sejak 2017, ia juga aktif sebagai anggota komunitas Urban Sketchers Surabaya.
Karya dari seniman ini sedang dalam proses pengumpulan