
2026|Media Campuran di Atas Kanvas|150 x 150 cm
Pada background terdapat kolase batik geometris yang rapi dengan pola berulang, ditengahnya ada bunga serta daun-daun yang keluar dari batas pola. bunga dan daun-daunnya tidak mengikuti aturan, warna lebih terang, goresan ekspresif dan lebih bebas seperti sapuan kuas yang tidak bisa ditahan. ini adalah cerita tentang bertahan hidup dengan cara melawan Batasan yang tidak terlihat. pola batik mewakili sistem, tradisi, ekspektasi atau kondisi hidup yang sudah ditetapkan. pola itu bisa jadi indah dan punya nilai, tapi juga bisa jadi sangkar. flora pada lukisan adalah diri yang tetap mau hidup dan tumbuh meski kondisinya tidak ideal.
Ramadhyan Putri Pertiwi atau Ramrama menyelesaikan pendidikan Seni Lukis di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta pada 2018. Kekaryaannya di seni rupa berangkat dari refleksi tentang konsep bertahan hidup beserta segala kompleksitasnya. Melalui pendekatan ekspresionis yang memanfaatkan unsur abstraksi, Rama menjadikan flora, hutan, dan semak belukar sebagai metafora kehidupan. Sapuan kuas yang bernuansa tegas dan mengalir menghadirkan simbol kekuatan, pertumbuhan, serta dinamika alam yang baginya memiliki siklus serupa dengan perjalanan manusia dalam menghadapi tantangan dan perubahan. Sejak 2013, Rama aktif berpameran di Indonesia dan mancanegara. Pameran tunggalnya meliputi Interlude (2022), Interlude 2: In The Moment (2023), Harmony (2024), serta The Thicket Tales dan Harmony #2 (2025). Ia juga berpartisipasi dalam berbagai pameran bersama, antara lain Art Jakarta Gardens (2024), Art Moments Jakarta dan Bali, ASYAAF 2022 di Seoul, Artis Fair Kuala Lumpur, serta pameran di Singapura, Bandung, Bali, Surabaya, Jakarta, dan Yogyakarta, termasuk ALL IN, Postures of Paradise, Painting That Breakthrough the Myth of the Square, Forever Young, Wondering, Broken White dan From 0 to 100. Pada 2026, ia berpartisipasi dalam pameran Genealogi di Galeri Teras NuArt Sculpture Park, Bandung. Rama terus mengembangkan bahasa visual yang puitis untuk merefleksikan relasi manusia dengan alam, ketahanan hidup, dan perubahan.