
Yogyakarta • Indonesia
Ramadhyan Putri Pertiwi atau Ramrama menyelesaikan pendidikan Seni Lukis di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta pada 2018. Kekaryaannya di seni rupa berangkat dari refleksi tentang konsep bertahan hidup beserta segala kompleksitasnya. Melalui pendekatan ekspresionis yang memanfaatkan unsur abstraksi, Rama menjadikan flora, hutan, dan semak belukar sebagai metafora kehidupan. Sapuan kuas yang bernuansa tegas dan mengalir menghadirkan simbol kekuatan, pertumbuhan, serta dinamika alam yang baginya memiliki siklus serupa dengan perjalanan manusia dalam menghadapi tantangan dan perubahan. Sejak 2013, Rama aktif berpameran di Indonesia dan mancanegara. Pameran tunggalnya meliputi Interlude (2022), Interlude 2: In The Moment (2023), Harmony (2024), serta The Thicket Tales dan Harmony #2 (2025). Ia juga berpartisipasi dalam berbagai pameran bersama, antara lain Art Jakarta Gardens (2024), Art Moments Jakarta dan Bali, ASYAAF 2022 di Seoul, Artis Fair Kuala Lumpur, serta pameran di Singapura, Bandung, Bali, Surabaya, Jakarta, dan Yogyakarta, termasuk ALL IN, Postures of Paradise, Painting That Breakthrough the Myth of the Square, Forever Young, Wondering, Broken White dan From 0 to 100. Pada 2026, ia berpartisipasi dalam pameran Genealogi di Galeri Teras NuArt Sculpture Park, Bandung. Rama terus mengembangkan bahasa visual yang puitis untuk merefleksikan relasi manusia dengan alam, ketahanan hidup, dan perubahan.