
2026|Cat Akrilik dan Kanvas Berlapis Isian|120 x 120 cm
Menggambarkan berbagai adegan-adegan kegiatan masyarakat hindu Bali tergambar pada sebidang kanvas dengan dominan bagian yang dibiarkan kosong. Lukisan kehidupan keseharian, berbagai aktifitas masyarakat tradisional, ritual keagamaan, upacara adat yang biasanya meriah, riuh, kolosal menggambarkan jelas dari lelaku kehidupan orang bali, saat ini saya hadirkan dengan komposisi yang acak,seolah merubah konstruksi kehidupan manusia Bali yang menjadi seakan sebuah keharusan dilakukan untuk keberlangsungan hidup. Riuhnya upacara itu merupakan suatu argumen yang dinyatakan berulang kali dalam kosa kata ritual terus menerus merupakan dasar kosmik, adalah hierarki yang mengatur semesta alam, itu semua belum cukup kalau hanya sendiri-sendiri saja. Mereka harus dibuat bertemu sedemikian konkret sehingga menampilkan keyakinan yang terkandung didalamnya, mencetak sebuah konsep menjadi bentuk yang terpahami mengenai apa yang secara bersama , mereka andaiakan mencipta diri mereka sendiri, yaitu kekuasaan agung untuk mengatur dunia. Sebagai orang Bali yang tumbuh besar dengan wawasan modern dan memiliki kesadaran individual dengan kebebasan berpikir dan berekspresi, menimbulkan pertanyaan tentang aspek individualitas dalam ikatan komunal masyarakat saya sendiri.
Made Wiguna Valasara menyelesaikan pendidikan di ISI Yogyakarta. Praktik artistiknya dikenal melalui eksplorasi material, terutama teknik kanvas embos (stuffed canvas), yang memperlakukan kanvas bukan sekadar sebagai bidang gambar, melainkan sebagai objek tiga dimensional. Pendekatan ini membawanya mengembangkan bahasa visual yang memadukan tradisi, materialitas, dan eksperimentasi bentuk. Karya-karya Valasara banyak berangkat dari reinterpretasi seni lukis tradisional Bali, dialog dengan seni Renaisans dan seni modern, serta refleksi atas berbagai persoalan sosial dan budaya di Bali. Melalui eksplorasi tersebut, ia mendorong batas-batas konvensi seni lukis Bali menuju praktik seni rupa kontemporer yang lebih terbuka dan multidimensional. Valasara aktif berpameran di berbagai kota di Indonesia maupun mancanegara. Pameran tunggalnya antara lain Cosmic Construct di Hong Kong (2023), Carousel di Yiri Arts, Taipei (2022), Collective Fragment di Art Agenda Jakarta (2021), serta Playing Balinese pada Art Stage Singapore (2016), Solo Project di Hong Kong (2015), Animal Behaved di Jakarta dan Bandung (2010). Ia juga berpartisipasi dalam berbagai ajang internasional seperti Sydney Contemporary, Aotearoa Art Fair, Art Taipei, dan Art Tainan. Karyanya memperoleh sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk Public Vote Winner Sovereign Asian Art Prize (2020), serta menjadi finalis UOB Painting of the Year dan Indonesia Art Award. Pada 2011, ia mengikuti program residensi di Selasar Sunaryo Art Space, Bandung.