
2026|Cat Minyak dan Cat Akrilik pada Linoleum|187,5 x 45 cm (configurations) 30 x 40 cm (each)
Presence: Arrival Seri karya ini melanjutkan eksplorasi saya terhadap repetisi, keterhubungan, dan relasi antara kondisi emosional dengan kehidupan sehari-hari. Alih-alih berangkat dari pengalaman yang monumental, karya-karya dalam seri Presence: Arrival berangkat dari hal-hal sederhana: rutinitas, jeda, serta upaya kecil untuk terus menjalani hidup dari hari ke hari. Komposisi dalam seri ini disusun melalui panel-panel terfragmentasi, pengulangan bentuk, serta gestur visual yang cenderung tenang dan tertahan. Garis, pola, dan kemunculan warna bergerak perlahan di atas permukaan karya, membentuk ritme yang merefleksikan bagaimana pengalaman sehari-hari sering hadir secara terpecah—melalui ingatan, sensasi, suasana, dan perubahan emosional yang perlahan terakumulasi seiring waktu. Dalam praktik saya, repetisi juga menjadi cara untuk menjaga perhatian dan kehadiran. Proses memberi tanda dilakukan sebagai upaya untuk tetap tinggal bersama keseharian dan berbagai kondisi emosional yang menyertainya. Kemunculan warna subtil hadir sebagai semacam ambang atau gangguan kecil di dalam permukaan yang kontemplatif—momen ketika ingatan, kehangatan, dan rasa hadir sesaat muncul di tengah pengulangan. Jika pada karya-karya sebelumnya saya banyak mendekati spiritualitas melalui bentuk-bentuk kosmik dan universal, seri ini bergerak lebih dekat pada pengalaman yang intim dan sehari-hari. Di sini, permenungan hadir melalui hal-hal yang biasa dan sering luput diperhatikan. Karya-karya ini menjadi ruang untuk memperlambat perhatian, tinggal sejenak di dalam ritme keseharian, dan merasakan bagaimana hidup terbentuk dari akumulasi kecil yang terus berlangsung.
Viola Armendita menyelesaikan pendidikan Sarjana Seni Rupa di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan peminatan seni grafis (printmaking). Praktik artistiknya berangkat dari pengalaman spiritual personal yang kemudian berkembang menjadi eksplorasi mengenai hubungan manusia dengan alam semesta. Viola mengajak penonton untuk memperlambat langkah dan merenungkan posisi mereka sendiri di dalam semesta. Melalui pengulangan titik-titik, bentuk-bentuk geometris, dan pola-pola yang rumit, Viola membangun bahasa visual yang merefleksikan keterhubungan, manifestasi, serta pencarian makna dalam tatanan kosmis. Bagi Viola, setiap repetisi merupakan sebuah tindakan kontemplatif yang menyusun elemen-elemen kecil menjadi kesatuan yang lebih besar, sekaligus menyimbolkan kesetaraan mendasar yang dimiliki setiap manusia. Sejak 2019, Viola aktif mengikuti berbagai pameran di Indonesia maupun internasional, baik secara luring maupun virtual. Karyanya telah dipresentasikan dalam Bayi Seni di Studio Batur, Bandung (2019), Laboratory Exposition 2.0 (2020), Printmaking Today di Selasar Sunaryo Art Space, Bandung (2021), The Spring Open 2021 yang diselenggarakan The Absent Gallery, London, Virtual Art Vol. 1 oleh Digital Chroma Agency, Berlin, serta Distrik Seni x Sarinah di Jakarta (2022). Pada 2025, ia berpartisipasi dalam Senang Bersamamu di Selasar Sunaryo Art Space dan Luna Negra di Grey Art Gallery, Bandung. Pada 2026, Viola menjadi salah satu peserta Surabaya Art Prize di Orasis Art Space, Surabaya.