
2026|Cat Akrilik pada Lembar HPL, Papan PVC, Kayu Jati Solid, Resin, Kuningan, Baja Nirkarat|116 x 37,5 x 102 cm
Skating the Entropy Sebagai entitas hidup, tiap detiknya kita berjalan bersama chaos yang dikenal sebagai entropi. Segala hal yang nampak teratur sesungguhnya adalah ilusi yang rapuh dalam incaran entropi. Kita seringkali tidak sadar, bahwasanya kita tak henti-hentinya, siang dan malam berjuang melawannya. Di setiap atom, setiap sel, kekuatan entropi, dalam mantra-mantranya yang tersembunyi, menebar sulur-sulur ketidakteraturan. Ia merayap, membayangi, tak kenal lelah, selalu dekat, dan memberi tantangan yang terus-menerus. Namun begitu, harapan tetap ada sebagai manifestasi Keseimbangan. Yin dan Yang. Chaos dan Cosmos. Seperti entropi yang merapuhkan, melapukkan, di lain pihak kita pun terus menerus membangun, membentuk, dan menata, alam semesta yang indah, hangat, dan selaras berbekal secercah harapan di hati kita. Secercah harapan yang sesungguhnya secara default selalu bersinar. Tugas kitalah untuk menjaganya tetap menyala. Mengobarkannya dalam gestur yang indah: untuk memberi terang. Memberi daya: untuk mengupayakan Keseimbangan, hingga tercipta Keselarasan.
Indieguerillas adalah duo seniman kontemporer yang terdiri atas pasangan Dyatmiko Lancur Bawono dan Santi Ariestyowanti. Latar belakang Dyatmiko di bidang Desain Interior dan Santi di bidang Desain Komunikasi Visual, keduanya lulusan Institut Seni Indonesia Yogyakarta, membentuk pendekatan artistik yang memadukan sensitivitas desain, eksperimen lintas media, dan eksplorasi teknologi visual. Karya-karya mereka dikenal melalui perpaduan yang khas antara folklor Nusantara, mitologi, budaya populer, dan isu-isu kontemporer, menghadirkan narasi yang jenaka sekaligus kritis mengenai identitas, tradisi, dan perubahan sosial. Indieguerillas membangun reputasi internasional melalui berbagai pameran tunggal di Singapura, Jepang, Indonesia, dan Australia, termasuk Cosmic Waltz di Mizuma Art Gallery Tokyo (2021), D di Mizuma Gallery Singapore (2023), serta sejumlah proyek komisi berskala besar untuk HERMÈS, National Gallery of Australia, Pacific Place Jakarta, Facebook, GOJEK, dan Angkasa Pura II. Mereka juga aktif berpartisipasi dalam berbagai biennale dan pameran internasional seperti World Expo Osaka 2025, ARTJOG, Venice Biennale (Future Pass – From Asia to the World), Guangzhou Triennial, Animamix Biennial, CP Biennale, dan Biennale Jogja. Karya mereka menjadi bagian dari koleksi institusi penting, antara lain Singapore Art Museum, Guangdong Museum of Art, Fukutake House, OHD Museum, dan Tumurun Museum. Beberapa residencies yang pernah mereka ikuti berlangsung di Jerman, Seoul, Yogyakarta dan Den Haag, Belanda.