
2026|Akrilik dan Media Campuran pada Kanvas|100 x 120 x 5 cm
Ada kehidupan yang mulai terasa dekat sebelum kita tahu seperti apa bentuknya. Ia hadir lewat keinginan yang terus kembali, rasa ingin tahu yang semakin kuat, atau dorongan yang membuat kita berani meninggalkan sesuatu yang sudah lama kita kenal. Kita tidak punya kepastian tentang ke mana ia membawa kita. Kita hanya tahu ada sesuatu di dalam diri yang terus mengarah ke sana. Dan semakin kita mendengarkannya, semakin sulit untuk berpura-pura tidak mendengar. Hidup tidak selalu memberi kita peta yang lengkap. Terkadang, ia hanya memberi cukup cahaya untuk melihat satu langkah di depan.
Amanda Andrenita mengeksplorasi pertemuan antara kosmos dan kesadaran manusia, dengan menghadirkan ruang tempat yang tak kasat mata bersinggungan dengan dunia nyata. Lulusan Hubungan Internasional dari The London School of Public Relations, Jakarta, ia memandang seni rupa sebagai bentuk diplomasi paling jujur—sebuah cara membangun keterhubungan yang melampaui bahasa. Bekerja terutama dengan medium alcohol ink dan media campuran (mixed media), Amanda mengarahkan pigmen melalui embusan napas dan gerakan intuitif alih-alih kuas konvensional. Bentuk, warna, dan cahaya berkembang secara organik, membentuk lanskap abstrak yang mengingatkan pada nebula atau cakrawala kosmik. Tumbuh di tengah ritme Jakarta yang dinamis, ia menemukan kepekaan terhadap keheningan. Setiap proses penciptaan diawali dengan meditasi, membiarkan karya hadir sebagai pengalaman spiritual, dialog dengan dunia batin. Amanda tertarik pada bentuk tanpa objek, membiarkan warna dan gerak menjadi pembawa makna. Palet dan komposisinya terus berkembang sebagai refleksi lanskap emosional dan frekuensi batin yang senantiasa berubah. Ia juga memfasilitasi sesi art healing yang berakar pada refleksi diri dan kesadaran yang lebih tinggi. Baginya, proses berkarya tidak dapat dipisahkan dari proses penyembuhan. Karyanya telah dipresentasikan dalam berbagai pameran kelompok, antara lain Rasa, Sumatra Adalah Kita, dan Anima Animo (2026), serta Encounter Layers, Sense of Self, dan ARTJOG (2025).