
Jakarta • Indonesia
Amanda Andrenita mengeksplorasi pertemuan antara kosmos dan kesadaran manusia, dengan menghadirkan ruang tempat yang tak kasat mata bersinggungan dengan dunia nyata. Lulusan Hubungan Internasional dari The London School of Public Relations, Jakarta, ia memandang seni rupa sebagai bentuk diplomasi paling jujur—sebuah cara membangun keterhubungan yang melampaui bahasa. Bekerja terutama dengan medium alcohol ink dan media campuran (mixed media), Amanda mengarahkan pigmen melalui embusan napas dan gerakan intuitif alih-alih kuas konvensional. Bentuk, warna, dan cahaya berkembang secara organik, membentuk lanskap abstrak yang mengingatkan pada nebula atau cakrawala kosmik. Tumbuh di tengah ritme Jakarta yang dinamis, ia menemukan kepekaan terhadap keheningan. Setiap proses penciptaan diawali dengan meditasi, membiarkan karya hadir sebagai pengalaman spiritual, dialog dengan dunia batin. Amanda tertarik pada bentuk tanpa objek, membiarkan warna dan gerak menjadi pembawa makna. Palet dan komposisinya terus berkembang sebagai refleksi lanskap emosional dan frekuensi batin yang senantiasa berubah. Ia juga memfasilitasi sesi art healing yang berakar pada refleksi diri dan kesadaran yang lebih tinggi. Baginya, proses berkarya tidak dapat dipisahkan dari proses penyembuhan. Karyanya telah dipresentasikan dalam berbagai pameran kelompok, antara lain Rasa, Sumatra Adalah Kita, dan Anima Animo (2026), serta Encounter Layers, Sense of Self, dan ARTJOG (2025).

Amanda Andrenita

Amanda Andrenita

Amanda Andrenita

Amanda Andrenita

Jakarta • Indonesia
Amanda Andrenita mengeksplorasi pertemuan antara kosmos dan kesadaran manusia, dengan menghadirkan ruang tempat yang tak kasat mata bersinggungan dengan dunia nyata. Lulusan Hubungan Internasional dari The London School of Public Relations, Jakarta, ia memandang seni rupa sebagai bentuk diplomasi paling jujur—sebuah cara membangun keterhubungan yang melampaui bahasa. Bekerja terutama dengan medium alcohol ink dan media campuran (mixed media), Amanda mengarahkan pigmen melalui embusan napas dan gerakan intuitif alih-alih kuas konvensional. Bentuk, warna, dan cahaya berkembang secara organik, membentuk lanskap abstrak yang mengingatkan pada nebula atau cakrawala kosmik. Tumbuh di tengah ritme Jakarta yang dinamis, ia menemukan kepekaan terhadap keheningan. Setiap proses penciptaan diawali dengan meditasi, membiarkan karya hadir sebagai pengalaman spiritual, dialog dengan dunia batin. Amanda tertarik pada bentuk tanpa objek, membiarkan warna dan gerak menjadi pembawa makna. Palet dan komposisinya terus berkembang sebagai refleksi lanskap emosional dan frekuensi batin yang senantiasa berubah. Ia juga memfasilitasi sesi art healing yang berakar pada refleksi diri dan kesadaran yang lebih tinggi. Baginya, proses berkarya tidak dapat dipisahkan dari proses penyembuhan. Karyanya telah dipresentasikan dalam berbagai pameran kelompok, antara lain Rasa, Sumatra Adalah Kita, dan Anima Animo (2026), serta Encounter Layers, Sense of Self, dan ARTJOG (2025).

Amanda Andrenita

Amanda Andrenita

Amanda Andrenita

Amanda Andrenita