Memuat foto...
Toko Salin

Toko Salin

SALIN Menyusun Objek, Menangkap Kemungkinan Pameran ini berangkat dari tindakan yang sederhana: menyusun benda di atas kaca mesin pemindai. Melalui metode yang kami sebut "Fotografi Tanpa Kamera" — penggunaan flatbed scanner sebagai alat produksi citra — kami menjadikan proses pemindaian sebagai ruang eksperimen bersama. Objek-objek dari keseharian dan lingkungan kerja — arsip, potongan material, benda temuan, residu studio — kami pilih, sentuh, pindahkan, tumpuk, dan susun melalui serangkaian percobaan yang melibatkan kehadiran tubuh secara langsung. Sebelum menjadi gambar, karya-karya ini terlebih dahulu hadir sebagai pengalaman material. Dalam praktik ini, menyalin tidak pernah menghasilkan kesamaan yang utuh. Objek memang berpindah menjadi citra, tetapi perpindahan itu selalu melibatkan perubahan. Material diterjemahkan menjadi cahaya, cahaya menjadi data, dan data menjadi gambar. Dalam setiap tahap terdapat proses seleksi, pergeseran, dan transformasi yang membuat hasil akhirnya tidak pernah benar-benar identik dengan sumbernya. Karena itu, SALIN lebih dekat kami pahami sebagai proses translasi daripada reproduksi. Material tidak hilang dalam proses ini — ia diterjemahkan dengan cara yang berbeda. Serat, debu, goresan, transparansi, dan ketebalan benda tetap hadir dan menjadi unsur pembentuk gambar. Teknologi tidak sekadar menjalankan perintah, melainkan turut membentuk hasil akhir. Cara cahaya membaca permukaan, kedalaman, dan posisi objek ikut menentukan citra yang muncul. Yang hadir dalam karya-karya ini bukan sekadar benda, melainkan hasil perjumpaan antara tubuh, material, dan proses pemindaian — ketiganya saling membentuk satu sama lain. SALIN adalah cara kami mengelola koinsidensi: menangkap apa yang muncul di tengah proses, dan mengubahnya menjadi kemungkinan bersama.

Anggota (7)