1 Seniman & 1 Kelompok Terlibat • 1 Karya Kolaborasi
Seni botani telah lama mengiringi sejarah peradaban, merekam cara pandang manusia dalam melihat alam dan tetumbuhan. Dari ketamakan kolonialisme di masa lampau hingga eksploitasi modern atas nama pembangunan yang terburu-buru, manusia kerap lupa bahwa eksistensinya ditopang oleh keberadaan makhluk-makhluk yang bisu ini. Di ARTSUBS 2026, delapan seniman Indonesian Society of Botanical Artists (IDSBA) menghadirkan karya yang mengajak kita memperlambat langkah, belajar mengenal, dan memberi apresiasi yang selayaknya. Presentasi ini merayakan keragaman flora di Indonesia: mulai dari tumbuhan pendatang yang diterima dengan tangan terbuka seperti magnolia dan mawar; puring dan kecombrang yang menghiasi rumah serta piring kita; aneka anggrek dan Nepenthes endemik yang terancam punah; pohon Ki Somang yang menjaga tata air; keragaman Alocasia dari rimba Kalimantan; hingga seri Hoyas of Indonesia yang meraih penghargaan RHS Gold Medal dan Best Botanical Artwork di Saatchi Gallery pada musim panas 2025. Penyajian secuplik proses kerja seniman botani yang teliti, perlahan, dan penuh kehati-hatian membuka ruang diskusi bahwa seni tidak sekadar tentang keindahan. Lebih dari itu, seni hadir menjembatani ilmu pengetahuan untuk menggugah empati dan kesadaran dalam menjaga lingkungan. Dua puluh karya yang dihadirkan mencerminkan interaksi intim antara seniman dan tumbuhan, mengangkat flora dari latar terabaikan menjadi figur utama—sebuah bentuk permohonan maaf sekaligus upaya menyambung kembali keterhubungan dengan tetumbuhan sebelum keragaman ini perlahan sirna.
Eunike Nugroho adalah seniman botani, sekaligus pendiri Indonesian Society of Botanical Artists (IDSBA). Lulusan Desain Komunikasi Visual Universitas Sebelas Maret, Surakarta, ia memadukan kecintaannya pada alam dan seni melalui karya-karya botani yang menggabungkan ketelitian ilmiah dengan kepekaan artistik. Sejak 2012 ia berkarya sebagai seniman botani dan tutor, setelah sebelumnya berkarier sebagai desainer grafis dan senior art director di sejumlah agensi periklanan di Jakarta. Karya Eunike telah memperoleh pengakuan internasional melalui berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya Royal Horticultural Society (RHS) Gold Medal dan Best Botanical Artwork Award (2023, 2025), TABA Gold Medal (2022, 2024), ASBA Dr. Dick Rauh Award (2024), SBA Botanical Merit (2021), serta Champion pada Shiu-Ying Hu Botanical Art Competition di Hong Kong (2026). Ia juga terpilih sebagai International Arts Leader oleh Australia Council for the Arts (2022–2023). Karya-karyanya menjadi bagian dari koleksi berbagai institusi terkemuka, seperti Hunt Institute for Botanical Documentation (Amerika Serikat), Royal Botanic Garden Sydney, Royal Botanic Garden Edinburgh, RHS Lindley Library (Inggris), Shirley Sherwood Collection, dan State Botanical Collection of Victoria (Australia). Selain berpameran di Amerika Serikat, Inggris, Australia, Jepang, Taiwan, Hong Kong, Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Indonesia, ilustrasinya juga diterbitkan oleh berbagai penerbit internasional. Melalui penggambaran tumbuhan yang rinci dan puitis, Eunike mengajak publik untuk menghargai keanekaragaman hayati serta membangun kesadaran akan pentingnya menjaga bumi sebagai sumber kehidupan.
Didirikan di Bogor pada tahun 2017 oleh Eunike Nugroho dan Jenny Kartawinata, Indonesian Society of Botanical Artists (IDSBA) merupakan wadah bagi pegiat seni botani untuk mendokumentasikan serta memperkenalkan kekayaan flora Nusantara. Dengan visi memajukan seni botani sebagai karya bernilai tinggi, IDSBA memadukan kedisiplinan sains dengan keindahan artistik demi meningkatkan kesadaran akan keanekaragaman hayati dan upaya konservasi. Guna mencapai tujuan tersebut, IDSBA aktif menyelenggarakan pameran rutin bertajuk Ragam Flora Indonesia (RFI). Seri ini dimulai pada 2018 (RFI 1) di Kebun Raya Bogor sebagai bagian dari Botanical Art Worldwide yang diselenggarakan serentak di 25 negara, berlanjut di Yogyakarta (RFI 2), Galeri Nasional Indonesia (RFI 3), NuArt Bandung (RFI 4), hingga RFI 5 pada 2025 di Bogor dan Yogyakarta. Selain itu, IDSBA terlibat dalam berbagai pameran tematik dan kolaborasi lintas lembaga, seperti pameran Narawandira bersama Kraton Yogyakarta, Flora of Southeast Asia di Singapura, serta partisipasi dalam Jakarta Biennale. Keanggotaan IDSBA terbuka bagi umum, yang saat ini terdiri dari seniman, ilustrator, botanis, biolog, hingga pencinta tumbuhan, baik dari dalam maupun luar negeri. Lewat pameran, lokakarya, publikasi, serta kegiatan rutin seperti melukis bersama, IDSBA ingin memastikan seni botani Indonesia terus berkembang dan dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.