
Majenang • Indonesia
Faisal Kamandobat tumbuh dan dibesarkan dalam lingkungan pesantren, ia mengembangkan praktik kreatif yang mempertemukan sastra, seni visual, spiritualitas, serta refleksi atas realitas sosial dan kebudayaan. Latar belakang tersebut membentuk karakter karya-karyanya yang kerap mengeksplorasi hubungan antara manusia, tradisi, alam, dan nilai-nilai kemanusiaan melalui pendekatan yang puitis sekaligus kritis. Di samping aktivitas berkesenian, Faisal juga aktif sebagai peneliti etnografi di Universitas Indonesia. Komitmennya terhadap pendidikan dan pemberdayaan masyarakat diwujudkan melalui pendirian Sanggar Matur Nuwun, sebuah madrasah alternatif yang mengembangkan pembelajaran berbasis komunitas, pelestarian tradisi lokal, serta penguatan nilai-nilai budaya. Melalui ruang ini, ia mendorong lahirnya praktik belajar yang partisipatif dan kontekstual, dengan menempatkan seni dan kebudayaan sebagai sarana membangun kesadaran sosial. "Sanggar Matur Nuwun adalah madrasah alternatif berbasis komunitas yang terletak di komplek Pesantren Karanggedang, Desa Salebu, Majenang, Cilacap. Didirikan oleh Faisal Kamandobat, sanggar ini berfungsi sebagai ruang perjumpaan seni, budaya, dan pengetahuan yang mengintegrasikan pendidikan modern dengan tradisi lokal. Berdiri di atas area bernuansa natural dengan arsitektur khas Jawa, tempat ini menjadi pusat kolaborasi bagi seniman, aktivis, dan masyarakat. Sanggar Matur Nuwun aktif menggerakkan ekosistem kebudayaan melalui berbagai kegiatan, seperti pemutaran film independen (layar tancap), diskusi sastra, hingga forum apresiasi seni. Melalui berbagai program kreatifnya, sanggar ini konsisten merawat dialektika antara tradisi dan modernitas guna memberdayakan generasi muda serta memperkuat ekosistem seni budaya di Cilacap. "

Faisal Kamandobat x Sanggar Maturnuwun

Faisal Kamandobat x Sanggar Maturnuwun

Faisal Kamandobat x Sanggar Maturnuwun

Majenang • Indonesia
Faisal Kamandobat tumbuh dan dibesarkan dalam lingkungan pesantren, ia mengembangkan praktik kreatif yang mempertemukan sastra, seni visual, spiritualitas, serta refleksi atas realitas sosial dan kebudayaan. Latar belakang tersebut membentuk karakter karya-karyanya yang kerap mengeksplorasi hubungan antara manusia, tradisi, alam, dan nilai-nilai kemanusiaan melalui pendekatan yang puitis sekaligus kritis. Di samping aktivitas berkesenian, Faisal juga aktif sebagai peneliti etnografi di Universitas Indonesia. Komitmennya terhadap pendidikan dan pemberdayaan masyarakat diwujudkan melalui pendirian Sanggar Matur Nuwun, sebuah madrasah alternatif yang mengembangkan pembelajaran berbasis komunitas, pelestarian tradisi lokal, serta penguatan nilai-nilai budaya. Melalui ruang ini, ia mendorong lahirnya praktik belajar yang partisipatif dan kontekstual, dengan menempatkan seni dan kebudayaan sebagai sarana membangun kesadaran sosial. "Sanggar Matur Nuwun adalah madrasah alternatif berbasis komunitas yang terletak di komplek Pesantren Karanggedang, Desa Salebu, Majenang, Cilacap. Didirikan oleh Faisal Kamandobat, sanggar ini berfungsi sebagai ruang perjumpaan seni, budaya, dan pengetahuan yang mengintegrasikan pendidikan modern dengan tradisi lokal. Berdiri di atas area bernuansa natural dengan arsitektur khas Jawa, tempat ini menjadi pusat kolaborasi bagi seniman, aktivis, dan masyarakat. Sanggar Matur Nuwun aktif menggerakkan ekosistem kebudayaan melalui berbagai kegiatan, seperti pemutaran film independen (layar tancap), diskusi sastra, hingga forum apresiasi seni. Melalui berbagai program kreatifnya, sanggar ini konsisten merawat dialektika antara tradisi dan modernitas guna memberdayakan generasi muda serta memperkuat ekosistem seni budaya di Cilacap. "

Faisal Kamandobat x Sanggar Maturnuwun

Faisal Kamandobat x Sanggar Maturnuwun

Faisal Kamandobat x Sanggar Maturnuwun