
Yogyakarta • Indonesia
Meta Enjelita menyelesaikan pendidikan di Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, jurusan Kriya Tekstil pada 2018. Praktik artistiknya berfokus pada tekstil, batik, dan mode, dengan perhatian pada materialitas, ekologi, ingatan, serta relasi manusia dengan lingkungan. Ia mengeksplorasi pewarnaan alami (eco-dyeing), korosi besi (rust-dyeing) sejak 2017, dan soil dyeing. Tekstil menjadi medium untuk memetakan pengalaman melalui jarum dan benang, sekaligus membentuk abstraksi yang terinspirasi oleh pertumbuhan, perubahan, dan pembusukan alam. Meta telah mengikuti berbagai pameran kelompok di Indonesia dan internasional. Karyanya antara lain dipamerkan dalam METAMORPHOSIS di Cuturi Gallery, Singapura (2026); YOUR CAMERA STILL SUCKS di Unicorn Gallery, Surabaya (2026); A World of Seams and Seamlessness di CULT Gallery, Kuala Lumpur (2025); Contemporary Indonesian Sculpture from the Confir Kabo Collection: Ebb and Flow di Art Gallery of Ballarat, Australia (2024); The Language of Craft in Contemporary Art Southeast Asia: IOTA24 di Kuala Lumpur (2024); Biennale Jogja XVI Equator #6: Roots Routes (2021); ARTJOG 2025; Yogyakarta International Creative Art (YICAF); Jogja Street Sculpture Project #3 (2019); serta berbagai pameran di Sangkring Art Space, Pendhapa Art Space, Jogja National Museum, Taman Budaya Yogyakarta, dan Jogja Gallery. Meta menerima Best Artworks in Matra Award: Dimension X Resonance (2018), serta Best Artwork of Expression dan Best Innovative Artwork pada Kriya Award #3 (2016).