
Bandung • Indonesia
Nesar Eesar, kelahiran Afghanistan, yang kini tinggal dan berkarya di Bandung mempelajari kaligrafi pada masa rezim Taliban, sebelum mendalami seni lukis realistis dan tradisi lukisan miniatur di Kabul. Setelah menyelesaikan pendidikan di Institute of Fine Arts, Kabul, ia memperoleh beasiswa Darmasiswa di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta (2012–2013), melanjutkan studi sarjana seni di institusi yang sama hingga lulus pada 2017, dan meraih gelar Magister Seni Rupa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2022. Praktik artistik Nesar berangkat dari tradisi lukisan miniatur Herat abad ke-15 yang ia tafsirkan ulang ke dalam format kontemporer. Melalui bahasa visual yang memadukan kaligrafi, ornamen, dan narasi simbolik, ia mengangkat tema perang, pengungsian, migrasi, identitas, serta ingatan kolektif masyarakat Afghanistan. Karyanya menghadirkan refleksi puitis tentang kehilangan, harapan, dan ketahanan manusia. Nesar telah menggelar sejumlah pameran tunggal, antara lain The Eternal Waiting (2022) dan Ambiguous Journey: Poetic Limbo (2023), serta aktif berpartisipasi dalam ARTJOG, Bali Art Moment, ARTSUBS, dan berbagai pameran internasional. Ia merupakan finalis BaCAA 2022, serta pendiri Nesar Art Center (NAC) di Kabul. Nesar berusaha konsisten dengan kerja seninya yang merupakan “ilustrasi simbolik” dari kegetiran para pengungsi dan migran dari Afghanistan, serta menjembataninya dengan wacana seni kontemporer global.