
Yogyakarta • Indonesia
Norma Fauza menyelesaikan pendidikannya di Institut Seni Indonesia, Padang Panjang, kemudian melanjutkan di jurusan Seni Murni, peminatan Seni Lukis, di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta. Praktik artistiknya berangkat dari pengalaman personal mengenai kehilangan, perpindahan, dan tradisi merantau yang membentuk refleksi tentang identitas, emosi, dan makna kehidupan. Dalam karya-karyanya, Norma menghadirkan figur manusia dalam suasana hening dan kontemplatif. Melalui sapuan warna ekspresif, bentuk figuratif yang terkadang terdistorsi, serta garis-garis spontan, ia merekam dinamika emosi, ingatan, dan relasi antar manusia. Baginya, tubuh bukan sekadar representasi fisik, tetapi ruang yang menyimpan pengalaman hidup dan perubahan batin yang terus berlangsung. Selain berkarya sebagai perupa, Norma aktif mengajar seni untuk anak-anak. Pengalaman tersebut memperkaya proses kreatifnya sekaligus memperdalam perhatian pada kehadiran, kesadaran, dan kepekaan emosional. Ia terus mengembangkan praktik seninya melalui berbagai pameran, antara lain Keep the Fire On (2023), Tjoekoep, Tjokoekoep, Tjoekoep (bersama ISSI), Yogyakartra (2024), Buka (bersama komunitas Sakato), Yogyakarta (2025), Guru dan Murid (bersama Yayasan rumah Das, Yogyakarta (2025), Marandai Pajang (bersama komunitas Sakato), Yogyakarta (2025), Nature Everyday Life and Glimpses of the Past, Singapore (2025), Rupa Cara Keberadaan di Semarang Gallery, Beyond Universe di La Palapa Art, Jakarta, dan HER: Ways of Seeing di Via Via Gallery, Yogyakarta (2026).